Bridgestone Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat hubungan dengan pelanggan di tengah tantangan industri otomotif yang kian kompleks dan dinamis. Perusahaan menekankan pendekatan berbasis nilai, bukan semata persaingan harga, dengan pelayanan sebagai pembeda utama dalam menjalankan strategi bisnis di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
Melalui ekspansi jaringan ritel ke area strategis dan pinggiran kota, serta konsistensi menjaga kualitas produk dan layanan, Bridgestone berupaya membangun diferensiasi di pasar. Saat sejumlah pelaku industri fokus pada perang harga, Bridgestone memilih jalur yang menitikberatkan nilai dan pengalaman pelanggan, dengan tujuan menjawab kebutuhan konsumen secara lebih relevan dan berkelanjutan.
President Director Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan bahwa fokus perusahaan tidak semata mengejar pertumbuhan jangka pendek, melainkan menciptakan nilai jangka panjang. Ia mengatakan, meski kondisi pasar belum stabil, Bridgestone tetap melihat peluang bertumbuh dengan mengutamakan kualitas, keselamatan, dan kepuasan pelanggan.
“Kami memahami bahwa perubahan ekonomi dan sosial saat ini sangat cepat. Namun satu hal yang tidak berubah adalah komitmen kami untuk selalu menjadi mitra mobilitas yang andal bagi masyarakat Indonesia. Kami terus berupaya menjaga stabilitas dan memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai bagi pelanggan dan masyarakat — sejalan dengan semangat keberlanjutan yang telah lama menjadi bagian dari komitmen Bridgestone melalui E8 Commitment,” ujar Mukiat dalam acara media gathering, Rabu (8/8).
Evolusi produk berbasis teknologi Enliten
Bridgestone menyiapkan babak baru strategi produknya pada 2025 melalui peluncuran dua model yang mengusung teknologi Enliten, yakni Turanza 6 dan Ecopia EP300. Teknologi ini diposisikan sebagai inovasi yang ditujukan untuk menghadirkan performa sekaligus efisiensi lingkungan.
Turanza 6 diperkenalkan sebagai ban touring premium yang siap digunakan untuk kendaraan listrik dan hybrid. Produk ini diklaim menawarkan tingkat kebisingan rendah, kenyamanan tinggi, serta kompatibilitas terhadap bobot dan torsi kendaraan listrik. Bridgestone juga menyebut teknologi ENLITEN pada Turanza 6 mampu menurunkan rolling resistance hingga 29% berdasarkan uji TÜV SÜD, sehingga konsumsi energi lebih hemat dan jarak tempuh kendaraan dapat lebih panjang.
Sementara itu, Ecopia EP300 menyasar pengguna harian yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan daya tahan. Dengan desain tapak yang ditujukan untuk deformasi optimal, ban ini diklaim memiliki umur pakai lebih panjang dan grip yang lebih aman pada kondisi basah. Kedua produk tersebut disebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi industri menuju mobilitas rendah emisi.
Penguatan distribusi dari pusat kota hingga suburban
Untuk memperluas jangkauan ke konsumen, Bridgestone memperkuat dua kanal distribusi. Melalui Retail Family Channel, perusahaan memiliki lebih dari 400 outlet TOMO (Toko Model) dan BOSS (Bridgestone One Stop Service). Ekspansi diarahkan ke kawasan suburban guna menjawab kebutuhan layanan lengkap di luar pusat kota. Selain penjualan ban, TOMO dan BOSS menyediakan layanan seperti spooring, balancing, pengisian nitrogen, dan mobil servis.
Adapun kanal General Tire Retail Shops terdiri dari sekitar 1.500 toko ban umum yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui jaringan ini, Bridgestone menargetkan akses produk tetap terbuka bagi konsumen dari beragam lapisan dan daerah, sekaligus menjaga konsistensi kualitas layanan.
Segmen niaga dan strategi layanan bertingkat
Di segmen kendaraan komersial, Bridgestone mengandalkan ban M858 yang dirancang untuk truk ringan dan menengah. Produk ini disebut memiliki desain tapak yang siap menghadapi jalan aspal maupun tanah, serta menawarkan daya tahan dan umur pakai lebih panjang. Bridgestone juga menyatakan casing diperkuat dan konstruksi bead yang kokoh membuatnya cocok untuk kendaraan pengangkut barang, dump truck, hingga tanker. Dalam uji perbandingan internal, M858 disebut mencatat tread-life index 100, lebih tinggi dibanding kompetitor yang mencapai 93.
Untuk mendukung pasar niaga, Bridgestone menjalankan konsep Commercial Rep Network yang membagi distribusi dan layanan ban komersial dalam tiga tingkat. Tier 1 adalah BTTC (Bridgestone Truck Tire Center), pusat layanan ban truk bersertifikasi BINEC yang tersebar di area strategis seperti Kalimantan, Sumatera, dan Jawa, termasuk untuk perawatan dan vulkanisir. Tier 2 adalah BFP (Bridgestone Fleet Point) yang menyasar armada menengah dan kecil dengan layanan retread serta konsultasi teknis. Tier 3 mencakup dealer umum dan toko ban komersial sebagai jaringan pendukung, termasuk layanan mobile service untuk menjangkau titik operasional yang sulit diakses.
Program CSR dan langkah keberlanjutan
Pada 2025, Bridgestone Indonesia juga memperluas program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan mengusung semangat “Serving Society with Superior Quality”. Di bidang edukasi, program Road Safety School disebut berfokus pada peningkatan keselamatan siswa di Bekasi dan meraih penghargaan SDG 11. Perusahaan juga menjalankan penanaman ribuan pohon mangrove dan hutan di wilayah pesisir dan pegunungan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal melalui konservasi dan pelatihan.
Di sisi produksi, Bridgestone menyebut sejumlah langkah seperti penggunaan forklift listrik, pengiriman dengan EV van, dan pembangunan panel surya di Karawang Plant sebagai upaya menuju netralitas karbon. Atas konsistensinya, perusahaan menerima Green PROPER, penghargaan CSR Karawang, serta dua penghargaan Nusantara CSR Awards.

