BONDOWOSO — Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah selama tahun 2025 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk pembangunan tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Raden Bagus Asra, Senin (30/3/2026).
Dalam sambutannya, Abd Hamid menegaskan Musrenbang merupakan forum strategis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk menyinergikan perencanaan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Ia menyampaikan, pembangunan Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren positif meski masih menghadapi sejumlah tantangan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,32%, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, tingkat kemiskinan menurun menjadi 12,20%, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,55%.
Selain itu, ia menyebut Indeks Gini membaik menjadi 0,271 yang menunjukkan ketimpangan semakin rendah. Namun, Abd Hamid mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso masih tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan tingkat provinsi dan nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan arah pembangunan sudah berada pada jalur yang tepat, tetapi perlu percepatan agar hasilnya dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain kerawanan bencana, alih fungsi lahan, pencemaran dan kerusakan lingkungan, optimalisasi pemanfaatan Ijen Geopark, rendahnya kualitas sumber daya manusia, persoalan tata kelola dan penegakan hukum, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum optimal, keterbatasan lapangan kerja, infrastruktur yang belum memadai, serta pergeseran nilai-nilai sosial masyarakat.
Abd Hamid menjelaskan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 yang mengusung visi “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”
Adapun tema pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2027 ditetapkan sebagai “Penguatan Kesejahteraan Sosial Dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.” Ia menegaskan tema tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional dan Provinsi Jawa Timur, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan.
“Artinya, pembangunan harus mampu memenuhi kebutuhan hari ini, sekaligus menjamin keberlangsungan sumber daya untuk generasi mendatang, serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat,” kata Abd Hamid.