Bupati Tanah Bumbu mengimbau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk meningkatkan kontribusi kepada masyarakat sekitar. Imbauan itu disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Hotel Lotusa, Rabu (11/2/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan peran sektor swasta dinilai penting untuk mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.
Ia mencontohkan kontribusi Jhonlin Group yang disebut telah membantu masyarakat berkembang melalui pembinaan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, perusahaan tersebut juga memfasilitasi perlindungan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Bupati menilai langkah tersebut menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Ia juga mengapresiasi Jhonlin Group dan sejumlah perusahaan lainnya atas perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap pengembangan wilayah.
Ke depan, Bupati berharap kolaborasi semacam itu terus diperkuat. Ia menekankan pembangunan Tanah Bumbu harus menjadi kerja bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengingatkan seluruh komponen dan pemangku kepentingan di Kabupaten Tanah Bumbu agar dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2027 memperhatikan penyelesaian program prioritas pembangunan daerah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2025–2029.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta keselarasan antara perencanaan pembangunan dan kontribusi dunia usaha, sehingga arah pembangunan Tanah Bumbu ke depan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

