Bursa saham Eropa melanjutkan pelemahan pada Jumat, 27 Maret 2025, di tengah ketidakpastian pasar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Investor disebut masih kesulitan membaca arah pesan terkait status pembicaraan perdamaian di Timur Tengah.
Indeks Stoxx pan-Eropa turun 0,9% dengan hampir seluruh sektor berada di zona merah. Di pasar utama, indeks FTSE 100 Inggris ditutup nyaris tidak berubah, sementara CAC 40 Prancis melemah 0,9% dan DAX Jerman turun 1,35%.
Pelemahan tersebut memperpanjang koreksi dari sesi sebelumnya, setelah bursa Eropa juga ditutup melemah pada Kamis pekan ini. Pergerakan pasar terjadi seiring pelaku pasar menilai perkembangan terbaru terkait ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pada Kamis, Trump menyatakan akan memperpanjang jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari hingga 6 April untuk memberi waktu tambahan bagi negosiasi. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, “Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon biarkan pernyataan ini berfungsi untuk menyatakan bahwa saya menangguhkan periode penghancuran Pembangkit Energi.” Ia juga mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dan berjalan “dengan sangat baik,” seraya menyebut adanya “pernyataan keliru” dari pihak yang ia sebut sebagai media berita palsu.
Trump turut mengklaim Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi selat tersebut pada pekan ini sebagai “hadiah” untuk AS, meskipun Teheran belum menyampaikan komentar terbuka mengenai klaim tersebut.
Di Eropa, pertemuan para menteri luar negeri G7 di Prancis memasuki hari kedua pada Jumat. Agenda utama pertemuan mencakup perang di Iran dan Ukraina. Sementara itu, Afrika Selatan—yang semula dijadwalkan hadir sebagai negara pengamat—menyatakan Prancis menarik undangan G7 setelah AS mengancam akan memboikot.
Dari sisi korporasi, produsen minuman Pernod Ricard dan Brown-Forman, pemilik merek wiski Jack Daniel’s, dilaporkan memulai diskusi merger di tengah pelemahan berkepanjangan industri alkohol. Kedua perusahaan mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi adanya pembicaraan. Saham Pernod menutup sesi dengan kenaikan 8%.
Sementara itu, AstraZeneca ditutup naik 3% setelah mengungkapkan obat eksperimentalnya untuk penyakit paru-paru mencapai target dalam dua uji klinis tahap akhir.
Tekanan pasar tidak hanya terjadi di Eropa. Bursa saham Asia juga melemah pada Jumat, dan pasar saham Amerika Serikat ikut turun. Di Wall Street, perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, ditutup dengan penurunan tajam. Indeks Dow Jones merosot 793,47 poin atau 1,73% menjadi 45.166,64. S&P 500 turun 1,67% ke 6.368,85, level terendah dalam tujuh bulan, sedangkan Nasdaq jatuh 2,15% ke 20.948,36.
Secara mingguan, indeks pasar yang lebih luas mencatat penurunan lima pekan beruntun, turun 2,1%. Nasdaq turun 3,2% sepanjang pekan, sementara Dow melemah 0,9%.
Penurunan terjadi di tengah lonjakan harga minyak. Kontrak berjangka Brent naik 4,22% menjadi USD 112,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46% menjadi USD 99,64 per barel. Keduanya mencatat penutupan tertinggi sejak Juli 2022 setelah insiden di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan energi, sementara komentar terbaru Trump dinilai tidak cukup mendorong pelaku pasar kembali membeli saham.