DBS Group dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin belum memberikan respons pasti terkait kabar rencana akuisisi yang melibatkan kedua perusahaan. DBS, bank terbesar asal Singapura, disebut-sebut menjadi kandidat terkuat dalam proses pembelian saham milik Mu’min Ali Gunawan.
Kedua pihak tidak membantah laporan Reuters yang beredar pada Senin, 21 April 2025. Saat dimintai konfirmasi, VP External Communications PT Bank DBS Indonesia, Rifka Suryandari, menyatakan perusahaan belum dapat memberikan tanggapan atas pertanyaan terkait kabar tersebut.
Di sisi lain, Presiden Direktur Bank Panin, Herwidayatmo, juga menyampaikan bahwa manajemen tidak mengetahui informasi mengenai rencana aksi korporasi yang dikaitkan dengan DBS dan Bank Panin. Ia menyarankan agar pertanyaan diarahkan kepada pemegang saham pengendali PaninBank.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan saham Bank Panin terdiri dari PT Panin Financial Tbk sebanyak sekitar 11,09 miliar saham (46,04%), Votraint No. 1103 Pty Ltd-992704000 sekitar 9,34 miliar saham (38,82%), serta kepemilikan publik non-warkat sekitar 3,4 miliar saham (14,28%) dan publik warkat 202,55 juta saham (0,8%). Selain itu, terdapat saham treasury sekitar 6,1 juta saham (0,02%).
Informasi mengenai rencana akuisisi Bank Panin oleh DBS sebelumnya disampaikan oleh tiga sumber Reuters yang dikatakan mengetahui langsung proses tersebut. Namun, ketiganya tidak bersedia diungkap identitasnya karena isu dinilai sensitif dan prosesnya belum final.

