BERITA TERKINI
Dies Natalis ke-79, FH UGM Soroti Blue Economy dan Tata Kelola Kelautan

Dies Natalis ke-79, FH UGM Soroti Blue Economy dan Tata Kelola Kelautan

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menandai peringatan Dies Natalis ke-79 dengan upaya menajamkan visi dan misi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penajaman tersebut diarahkan pada program-program yang berorientasi pada pelaksanaan Blue Economy sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi FH UGM, Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A., mengatakan fokus pada Blue Economy menjadi visi besar fakultas. Dalam aspek akademik, FH UGM juga berencana menggelar rangkaian diskusi kelompok terarah (FGD) dan lokakarya untuk memperbarui kurikulum agar selaras dengan ketentuan-ketentuan SDGs. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Dies ke-79 FH UGM pada Jumat (7/2).

Menurut Jaka Triyana, tema Blue Economy dipilih sebagai tema besar Dies ke-79 karena dinilai relevan dengan berbagai tantangan pembentukan dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, kebijakan, serta program yang berkaitan dengan produksi dan distribusi sumber daya laut sebagai penopang perekonomian Indonesia.

Selain itu, FH UGM juga menyoroti sejumlah persoalan hukum nasional, termasuk isu ocean governance. Salah satu fokusnya adalah bagaimana pemerintah menjalankan visi pembangunan berbasis pemberdayaan laut dan kelautan di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai perlu dikaji secara berkelanjutan, terutama terkait pelaksanaan program pemberdayaan laut dan kelautan sebagai sarana peningkatan ekonomi, termasuk aspek pembentukan dan implementasi hukumnya. Agenda tersebut direncanakan dibahas melalui berbagai seminar dan FGD.

Setelah pembukaan Dies, FH UGM dijadwalkan menggelar FGD bekerja sama dengan University of Windsor, Kanada. Forum ini membahas interaksi antara hukum privat dan hukum publik dalam konteks perbandingan, khususnya di Indonesia dan Kanada. Dalam kajian tersebut, FGD menyoroti intervensi hukum kontemporer serta hubungan yang terus berkembang antara hukum privat dan hukum publik dari perspektif perbandingan global.

Ketua Panitia Dies ke-79 FH UGM menyebut University of Windsor sebagai mitra yang memiliki kepemimpinan di sektor ocean governance dan Blue Economy di Kanada. Melalui rangkaian Dies, FH UGM berharap kerja sama dapat mempererat hubungan sekaligus memperkuat visi bersama dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian Dies ke-79 FH UGM turut diisi kegiatan akademis dan non-akademis. Salah satu agenda yang dijadwalkan adalah malam apresiasi pada 21 Februari 2025 di Grha Sabha Pramana dengan menghadirkan MALIQ & D’Essentials dan Putri Aryani. Puncak Dies direncanakan berlangsung pada 23 Februari 2025.

Pembukaan Dies berlangsung meriah dengan kegiatan senam bersama dan pelepasan burung merpati oleh pimpinan fakultas serta panitia. Paminta selaku perwakilan Korpagama mengapresiasi pembukaan Dies dan menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang interaksi antarwarga kampus. Ia juga menyinggung berkembangnya komunitas-komunitas di lingkungan UGM, seperti komunitas lari dan yoga, serta berharap tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa semakin bugar dan produktif dalam berkontribusi bagi UGM.