E-wallet kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan saldo untuk transaksi harian. Sejumlah aplikasi dompet digital mulai melengkapi layanannya dengan fitur tabungan digital dan investasi, sehingga pengguna dapat mengelola keuangan jangka pendek maupun jangka panjang dalam satu platform.
Secara umum, e-wallet standar digunakan untuk menyimpan saldo guna belanja, membayar tagihan, dan transfer. Sementara itu, e-wallet dengan fitur tabungan menawarkan bunga harian atau mingguan yang menyerupai rekening tabungan digital. Adapun e-wallet dengan fitur investasi memungkinkan pengguna membeli produk seperti reksa dana pasar uang, emas digital, hingga obligasi ritel langsung dari aplikasi.
Tren ini berkembang seiring pertumbuhan ekosistem keuangan digital di Indonesia dan meningkatnya adopsi digital banking. Pengguna dinilai semakin menginginkan layanan yang praktis, transparan, dan memberikan nilai tambah. E-wallet juga semakin menonjol lewat kemudahan pendaftaran, fleksibilitas top-up, integrasi pembayaran online maupun offline, serta peningkatan keamanan melalui OTP, PIN, dan biometrik.
Keberadaan fitur tabungan dan investasi di e-wallet menawarkan beberapa manfaat. Pertama, saldo yang mengendap dapat dioptimalkan melalui bunga tabungan digital atau imbal hasil investasi. Kedua, pengguna tidak perlu berpindah aplikasi karena pembelian reksa dana atau emas dapat dilakukan dari satu platform. Ketiga, transparansi finansial meningkat karena riwayat transaksi, bunga tabungan, dan kinerja investasi bisa dipantau melalui dashboard aplikasi. Keempat, fitur tabungan otomatis seperti auto-debit dapat membantu membangun kebiasaan menabung. Kelima, produk investasi yang ditawarkan umumnya berupa instrumen berisiko relatif rendah, seperti reksa dana pasar uang, sehingga lebih ramah bagi pemula.
Jenis produk yang umumnya tersedia di e-wallet mencakup tabungan digital, investasi reksa dana, investasi emas digital, serta deposito online melalui kerja sama dengan bank digital. Tabungan digital disebut menawarkan bunga lebih tinggi dibanding rekening konvensional dan dapat dicairkan kapan saja tanpa penalti. Reksa dana biasanya bisa dimulai dari nominal kecil, misalnya Rp10.000, dan ditujukan bagi pengguna yang baru belajar berinvestasi. Emas digital memungkinkan penyimpanan emas dalam pecahan kecil dan dapat dijual kembali melalui aplikasi. Sementara deposito online menawarkan bunga tetap pada sebagian layanan yang bermitra dengan bank digital.
Dalam perbandingan fitur, OVO disebut memiliki OVO Save untuk tabungan digital serta reksa dana dengan minimal investasi Rp10.000. ShopeePay disebut belum memiliki tabungan langsung, namun menyediakan Shopee Invest untuk reksa dana dengan minimal investasi Rp10.000 dan terintegrasi erat dengan aktivitas belanja di Shopee. Informasi ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia.
Meski menawarkan kemudahan, pengguna tetap perlu memperhatikan risiko. Pada tabungan digital, bunga dapat berubah sesuai kebijakan penyedia dan tidak selalu dijamin LPS apabila bukan produk dari bank mitra. Untuk reksa dana, nilai investasi dapat naik turun sehingga tetap ada potensi kerugian meski cenderung stabil. Sementara pada emas digital, harga emas berfluktuasi mengikuti pasar global dan penyimpanan emas fisik biasanya dilakukan pihak ketiga sehingga kredibilitasnya perlu diperiksa.
Agar penggunaan fitur tabungan dan investasi lebih aman dan optimal, pengguna disarankan memilih layanan yang terdaftar dan diawasi otoritas terkait, serta memastikan mitra bank atau manajer investasinya memiliki izin resmi. Pengguna juga dapat membandingkan bunga tabungan dan potensi imbal hasil, memeriksa biaya transaksi atau administrasi, memperhatikan likuiditas agar dana mudah dicairkan saat dibutuhkan, serta menggunakan e-wallet sesuai tujuan keuangan dengan memisahkan kebutuhan harian, dana darurat, dan investasi.
Sejumlah e-wallet di Indonesia juga disebut telah menghadirkan fitur keuangan tambahan. GoPay, misalnya, terintegrasi dengan layanan pembelian emas digital melalui GoInvestasi, dan cashback saldo dapat dialihkan ke investasi. Dana menawarkan Dana Goals untuk tabungan otomatis sesuai target serta Dana Investasi melalui kerja sama dengan manajer investasi profesional, dan disebut telah terdaftar serta diawasi OJK. LinkAja bekerja sama dengan bank-bank Himbara dan menyediakan fitur tabungan serta layanan pembayaran syariah, menyasar pengguna yang membutuhkan layanan keuangan digital berbasis syariah dan terhubung dengan ekosistem bank nasional.
Ke depan, e-wallet diproyeksikan tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga pusat manajemen keuangan pribadi. Dengan kolaborasi yang semakin luas antara fintech, bank digital, dan insurtech, pengguna berpotensi mengakses tabungan otomatis dengan bunga kompetitif, investasi seperti reksa dana dan emas, hingga proteksi asuransi langsung dari aplikasi.
Dengan memahami manfaat, risiko, serta cara memilih layanan yang tepat, pengguna dapat memaksimalkan fungsi e-wallet bukan hanya untuk transaksi, tetapi juga untuk perencanaan keuangan yang lebih terarah.

