BERITA TERKINI
EUR/USD Terkoreksi dari Puncak Empat Tahun, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

EUR/USD Terkoreksi dari Puncak Empat Tahun, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Pasangan mata uang EUR/USD melemah pada Rabu setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun pada Selasa. Pelemahan ini terjadi seiring pemulihan moderat Dolar AS (USD), yang menekan pergerakan euro terhadap greenback.

Penguatan USD terlihat dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik moderat dari posisi terendah sejak awal Juli. Pergerakan tersebut dikaitkan dengan aksi reposisi menjelang keputusan suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC), serta suasana pasar yang lebih berhati-hati yang cenderung menguntungkan USD sebagai aset safe-haven.

Meski demikian, ruang penguatan USD dinilai terbatas karena meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve AS akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga. Pelaku pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan telah memperhitungkan peluang dua kali pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun, seiring kekhawatiran terhadap melemahnya pasar tenaga kerja. Karena itu, kenaikan USD dalam perdagangan harian dipandang lebih sebagai efek reposisi menjelang agenda bank sentral, sementara pelaku pasar menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed ke depan.

Perhatian pasar kini tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah rapat. Prospek kebijakan moneter yang disampaikan The Fed diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan USD dalam jangka pendek, sekaligus menentukan arah EUR/USD berikutnya.

Dari sisi euro, berkurangnya kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dinilai dapat menjadi penopang. ECB sebelumnya menyatakan tidak berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu dan akan tetap mengandalkan pendekatan berbasis data dari pertemuan ke pertemuan. Pada Rabu, Wakil Presiden ECB Luis de Guindos menyebut tingkat suku bunga saat ini sudah tepat berdasarkan perkembangan inflasi, proyeksi, dan transmisi kebijakan moneter. Sementara itu, anggota Dewan Pemerintahan ECB Jose Luis Escriva menilai suku bunga 2% tampak wajar dan risiko terhadap inflasi seimbang. Pernyataan ini menyusul komentar pengambil kebijakan ECB Edward Scicluna pada Selasa yang menyatakan belum ada pemotongan suku bunga yang direncanakan, sehingga menambah kehati-hatian untuk mengambil posisi bearish pada EUR/USD.

Secara teknikal, penembusan pada sesi sebelumnya di atas area 1,1780–1,1790 dan pergerakan melewati puncak tahun berjalan dipandang sebagai pemicu penting bagi pelaku pasar yang bullish. Indikator pada grafik harian juga menunjukkan momentum positif dan masih jauh dari kondisi jenuh beli, sehingga arah yang lebih mungkin dinilai tetap ke atas. Dengan demikian, penurunan lanjutan berpotensi dipandang sebagai peluang beli, meski tetap ada risiko koreksi.

Namun, jika EUR/USD menembus dan bertahan di bawah 1,1800, tekanan jual teknikal dapat meningkat dan mendorong pelemahan menuju area support 1,1730–1,1725, sebelum mengarah ke level psikologis 1,1700. Di sisi atas, area 1,1870–1,1880—yang merupakan puncak empat tahun pada Selasa—menjadi hambatan terdekat sebelum 1,1900. Jika dorongan beli berlanjut, prospek positif jangka pendek dapat menguat dan membuka peluang pergerakan menuju 1,2000 untuk pertama kalinya sejak Juni 2021, dengan resistensi antara di kisaran pertengahan 1,1900.