BERITA TERKINI
FDS Memproyeksikan Lima Teknologi Perbankan yang Kian Diminati pada 2021

FDS Memproyeksikan Lima Teknologi Perbankan yang Kian Diminati pada 2021

Jakarta — Pemanfaatan teknologi di sektor perbankan terus bergeser mengikuti perkembangan kebutuhan layanan dan ekosistem digital. Pada 2021, Fortress Data Services (FDS) memproyeksikan ada lima jenis teknologi yang akan semakin banyak diadopsi oleh industri perbankan.

CEO FDS Sutjahyo Budiman menjelaskan, teknologi pertama yang diperkirakan kian menjadi rujukan adalah cloud. Menurutnya, perbankan akan semakin mengurangi ketergantungan pada infrastruktur fisik dan beralih ke cloud sebagai wadah penyimpanan.

Teknologi kedua adalah pengembangan core banking yang dibuat lebih digital atau disebut digital core. Ketiga, FDS menyoroti peran Application Programming Interface (API). Sutjahyo menyebut, berbagai industri termasuk bank akan memanfaatkan Open API sejalan dengan arahan Bank Indonesia terkait sistem pembayaran 2025.

Lima teknologi yang diperkirakan menguat

  • Cloud, sebagai arah transformasi penyimpanan dan pengelolaan infrastruktur.

  • Digital core, yaitu penguatan core banking agar lebih digital.

  • Open API, untuk mendukung integrasi layanan dan ekosistem pembayaran.

  • Artificial intelligence (AI) dan machine learning, untuk mendukung otomasi dan pengembangan layanan.

  • System analytics, untuk memahami perilaku nasabah secara lebih akurat berbasis data.

Selain memaparkan proyeksi tersebut, FDS juga menyampaikan kiprahnya sebagai penyedia teknologi digital yang mendampingi transformasi lembaga keuangan. Perusahaan ini disebut telah menjadi pilihan lebih dari 100 lembaga keuangan di Asia Selatan dan Asia Tenggara dalam proses transformasi, yang umumnya mengarah pada pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital untuk memperkuat posisi di pasar.

Selama beberapa dekade, FDS berkecimpung dalam penyediaan teknologi digital untuk menghubungkan ekosistem keuangan digital di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk di Filipina, Myanmar, dan Bangladesh. FDS juga menyatakan menyediakan aplikasi untuk sektor perbankan dan keuangan, serta menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerapkan model Software as a Service (SaaS) untuk Core Banking, Mobile Banking, dan Digital Financial Ecosystem.

FDS menambahkan, infrastruktur dan model yang disediakan ditujukan untuk melayani berbagai ukuran bisnis dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di era keuangan digital. Solusi ekosistem yang ditawarkan juga memungkinkan klien berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, fintech, e-commerce, pedagang atau agen, ritel, dan UMKM.

Platform yang disediakan FDS disebut dapat dimanfaatkan lembaga keuangan untuk mengombinasikan strategi pembukaan pasar baru dengan menyasar komunitas seperti pesantren, sekolah, UMKM, koperasi, warung, toko, dan restoran. Platform tersebut juga diklaim memudahkan lembaga keuangan menyediakan produk dan jasa finansial secara lebih mudah dan terjangkau.