BERITA TERKINI
Harga CPO Bursa Malaysia Tembus RM4.500 per Ton, Tertinggi sejak Oktober

Harga CPO Bursa Malaysia Tembus RM4.500 per Ton, Tertinggi sejak Oktober

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/3/2026) dan menembus level RM4.500 per ton. Capaian ini menjadi posisi tertinggi sejak Oktober tahun lalu, ditopang penguatan pasar energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan terjadi seiring lonjakan harga energi dunia yang mendorong sentimen positif di pasar komoditas, termasuk minyak nabati. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali aktif memburu kontrak berjangka sawit.

Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menilai pergerakan harga CPO menunjukkan ketahanan yang kuat. Menurutnya, dukungan utama datang dari reli harga minyak mentah dunia yang turut mengerek sentimen terhadap komoditas berbasis energi, termasuk biodiesel berbahan baku minyak sawit.

Ia juga mencatat harga acuan Chicago Mercantile Exchange (CME) Fastmarkets South Asia CPO melonjak sekitar 9% sejak Jumat hingga pertengahan perdagangan hari ini. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap kontrak minyak sawit di tengah ketidakpastian pasar energi global.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati rilis data pasokan dan permintaan minyak sawit Malaysia dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) untuk periode Februari yang dijadwalkan diumumkan pada Selasa. Data tersebut dinilai akan menjadi indikator penting bagi arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek.

Pada penutupan perdagangan, mayoritas kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia menguat signifikan. Kontrak Maret 2026 naik RM204 menjadi RM4.454 per ton, sedangkan kontrak April 2026 menguat RM204 menjadi RM4.540 per ton.

Kontrak Mei 2026 meningkat RM200 menjadi RM4.567 per ton, disusul kontrak Juni 2026 yang bertambah RM184 menjadi RM4.559 per ton. Kontrak Juli 2026 naik RM170 menjadi RM4.535 per ton, sementara kontrak Agustus 2026 menguat RM155 menjadi RM4.502 per ton.

Aktivitas perdagangan turut meningkat. Volume transaksi tercatat 220.402 lot, naik dibandingkan 168.359 lot pada perdagangan Jumat sebelumnya. Posisi open interest juga melebar menjadi 237.662 kontrak dari 224.475 kontrak, mengindikasikan bertambahnya minat pelaku pasar pada kontrak berjangka sawit.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Maret South melonjak RM340 menjadi RM4.500 per ton.

Penguatan juga tercermin di pasar domestik Indonesia. Melalui tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Senin (9/3/2026), tender CPO tercatat mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi mencapai Rp15.111 per kilogram.

Penawaran tertinggi tersebut naik Rp161 per kilogram atau sekitar 1,08% dibandingkan perdagangan Jumat (6/3/2026) yang berada di level Rp14.950 per kilogram. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif yang ikut merembet ke pasar domestik seiring menguatnya harga global.