BERITA TERKINI
Harga Emas Naik Usai Dolar AS Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Naik Usai Dolar AS Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga emas ditutup menguat pada perdagangan Selasa, didukung pelemahan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Emas spot berakhir naik 0,30% ke level US$3.689,92 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Desember ditutup menguat 0,16% menjadi US$3.725,1 per ons.

Penguatan juga ditandai dengan pencapaian level tertinggi kontrak untuk emas Desember, sementara emas berjangka terdekat mencetak rekor tertinggi di US$3.698,60 per ons.

Kenaikan harga logam mulia tersebut ditopang oleh penurunan indeks dolar AS ke posisi terendah dalam 2,5 bulan. Selain itu, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin dalam pertemuan FOMC yang berlangsung Selasa hingga Rabu.

Pelaku pasar juga memperhitungkan peluang sekitar tiga kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, yang dinilai menjadi faktor pendukung bagi harga logam mulia.

Meski demikian, harga emas sempat turun dari level terbaiknya pada hari itu setelah muncul komentar bernada hawkish dari anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Simkus, yang menyatakan bahwa ECB hampir mengakhiri siklus pemangkasan suku bunganya.

Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan dirilis dini hari, dengan perkiraan luas pasar mengarah pada pemangkasan 25 basis poin. Pasar juga akan mencermati pernyataan ketua The Fed terkait proyeksi ekonomi dan inflasi AS, serta petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Untuk perdagangan selanjutnya, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpeluang melanjutkan penguatan seiring prospek pemangkasan suku bunga The Fed pekan ini dan pelemahan dolar AS. Jika The Fed menurunkan suku bunga dan memberi sinyal pemangkasan lanjutan hingga akhir tahun, hal tersebut dinilai dapat menekan dolar AS dan menopang harga emas.

Emas berjangka AS diperkirakan bergerak pada area resistance US$3.739–US$3.754. Sementara jika melemah, kisaran support diproyeksikan berada di US$3.711–US$3.698.