Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) mencatat harga rata-rata nasional minyak goreng curah pada 29 Maret 2022 berada di level Rp 18.300 per liter. Angka ini lebih tinggi Rp 4.300 dibanding harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.000 per liter, yang mulai berlaku sejak 16 Maret 2022.
Harga minyak goreng curah belum menyentuh HET sejak awal Maret
Berdasarkan data SP2KP, harga minyak goreng curah tidak sekalipun menyentuh HET sejak awal Maret. Tren harga juga cenderung meningkat, sejalan dengan pergerakan harga minyak goreng kemasan.
Secara rata-rata, harga nasional minyak goreng curah sepanjang Maret hingga 29 Maret tercatat Rp 16.800 per liter. Sebelumnya, HET minyak goreng curah sempat berada di Rp 11.500 per liter sebelum kemudian ditetapkan menjadi Rp 14.000 per liter.
Daerah termurah dan termahal
Per 29 Maret, harga minyak goreng curah termurah tercatat di Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan Tengah dengan harga sesuai HET. Setelah itu, Aceh berada di posisi berikutnya dengan harga Rp 14.750 per liter.
Sementara itu, harga tertinggi tercatat di Provinsi Papua Barat, mencapai Rp 25.000 per liter.
Minyak goreng kemasan ikut naik
Kenaikan harga juga terlihat pada minyak goreng kemasan, baik kategori sederhana maupun premium. Pada 29 Maret, harga minyak goreng kemasan sederhana tercatat Rp 23.000 per liter, naik Rp 200 dibanding hari sebelumnya. Adapun minyak goreng kemasan premium berada di Rp 25.600 per liter, naik Rp 100 dalam periode yang sama.
Riwayat HET minyak goreng kemasan
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan HET minyak goreng kemasan pada 1 Februari 2022. Saat itu, HET untuk kemasan sederhana dipatok Rp 13.500 per liter dan kemasan premium Rp 14.000 per liter. Kebijakan tersebut kemudian dicabut pada 16 Maret 2022.
SP2KP mencatat, harga minyak goreng kemasan selalu berada di atas HET dan meningkat setelah kebijakan HET dicabut. Rata-rata harga minyak goreng kemasan sederhana sepanjang Maret tercatat Rp 19.000 per liter, sementara kemasan premium rata-rata Rp 21.000 per liter.

