BERITA TERKINI
Harga Minyak Naik, Bursa Asia Melemah di Tengah Kekhawatiran Geopolitik

Harga Minyak Naik, Bursa Asia Melemah di Tengah Kekhawatiran Geopolitik

Pasar keuangan global kembali berada dalam tekanan pada pembukaan perdagangan Senin pagi (30/3). Bursa saham di kawasan Asia dibuka melemah, sementara harga minyak justru melonjak. Pergerakan yang berlawanan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik yang berpotensi memengaruhi perekonomian global.

Harga minyak Brent naik sekitar 2,7% ke kisaran US$115,6 per barel. Kenaikan ini melanjutkan penguatan pada pekan sebelumnya, ketika Brent ditutup naik 4,22%. Salah satu pemicu utama datang dari Timur Tengah, menyusul serangan rudal kelompok militan Houthi terhadap Israel yang kembali memunculkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi.

Dalam kondisi konflik yang meningkat, pelaku pasar cenderung memperhitungkan risiko terganggunya jalur distribusi dan pasokan minyak. Ketidakpastian semacam ini kerap mendorong harga energi naik, karena pasar minyak sensitif terhadap perkembangan geopolitik yang dapat berdampak langsung pada ketersediaan pasokan.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah indeks saham utama di Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat turun 4,8%, Kospi Korea Selatan melemah 4,5%, sementara ASX 200 Australia turun 1,5%.

Pelemahan di Asia mengikuti tekanan yang lebih dulu terjadi di Wall Street. Indeks S&P 500 sebelumnya turun ke level terendah dalam tujuh bulan dan mencatat lima pekan pelemahan berturut-turut.

Situasi ini menunjukkan pola yang kerap muncul saat risiko geopolitik meningkat: investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan melirik instrumen yang dinilai lebih defensif, termasuk komoditas energi.

Sentimen global tersebut juga berpotensi memengaruhi pasar domestik. Pada awal pekan, tekanan eksternal dapat menyeret pergerakan IHSG. Namun, di tengah koreksi pasar, terdapat sektor-sektor yang secara historis kerap diuntungkan ketika harga komoditas energi menguat.

Kenaikan harga energi biasanya menjadi katalis bagi saham-saham sektor hulu migas seperti MEDC dan ENRG, emiten batu bara seperti AADI dan ITMG, serta sektor CPO seperti TAPG dan DSNG yang sering bergerak searah dengan tren komoditas.