BERITA TERKINI
IHSG Berbalik Melemah pada Sesi I, Sektor Keuangan Tekan Indeks

IHSG Berbalik Melemah pada Sesi I, Sektor Keuangan Tekan Indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada sesi I perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, indeks kemudian melemah hingga penutupan sesi, mencerminkan sikap pasar yang cenderung berhati-hati meski aktivitas transaksi tetap tinggi.

Pada akhir sesi I, IHSG ditutup turun 26,66 poin atau 0,38 persen ke level 7.070,40. Sepanjang sesi, IHSG dibuka di 7.020,53 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 7.084,72, sebelum tertekan ke level terendah 6.945,50.

Tekanan juga terlihat dari breadth market. Sebanyak 423 saham terkoreksi, sementara 245 saham menguat dan 146 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar, tetapi meluas ke berbagai lapisan emiten.

Dari sisi sektoral, tekanan terbesar datang dari sektor keuangan yang turun 1,75 persen. Pelemahan sektor ini menjadi kontributor utama penurunan IHSG mengingat bobotnya yang besar. Sektor properti turut terkoreksi 0,96 persen, disusul sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah 0,50 persen.

Meski demikian, sejumlah sektor masih mencatatkan penguatan. Sektor teknologi menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 1,12 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,01 persen. Sektor perindustrian juga berada di zona hijau dengan penguatan 0,51 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat tetap ramai. Volume transaksi mencapai 14,41 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 1,03 juta kali transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,72 triliun, menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga meski indeks melemah.

Di kelompok saham unggulan, pergerakan LQ45 berlangsung variatif. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 6,42 persen, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik 4,90 persen.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada beberapa saham berbasis komoditas. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 4,21 persen dan menjadi salah satu saham dengan pelemahan terbesar pada sesi I, seiring tekanan yang muncul pada saham sektor tambang dalam perdagangan kali ini.