BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah, Investor Hindari Aset Berisiko di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran

IHSG Dibuka Melemah, Investor Hindari Aset Berisiko di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah, mengikuti penurunan bursa saham kawasan Asia di tengah sikap investor yang cenderung menghindari aset berisiko. Pelemahan terjadi seiring ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka turun 76,53 poin atau 1,08 persen ke posisi 7.020,53. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 11,00 poin atau 1,53 persen ke level 707,96.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyampaikan Kiwoom Research mengingatkan investor untuk menahan diri dan bersikap wait and see menunggu perkembangan perang AS-Iran, rilis data payroll AS, data inflasi Indonesia, serta keputusan mitigasi risiko krisis BBM yang direncanakan pemerintah pada pekan ini.

Menurut Liza, sentimen global masih didominasi ketidakpastian tinggi dan pergerakan pasar sangat dipengaruhi berita terbaru. Penundaan serangan oleh Presiden AS Donald Trump dinilai belum memberi ketenangan karena risiko eskalasi masih tinggi, termasuk potensi tambahan 10.000 pasukan AS.

Pakistan disebut muncul sebagai mediator dengan proposal perdamaian 15 poin, sementara Iran memberikan sinyal terbatas, seperti izin bagi 20 kapal melintas Selat Hormuz, namun tetap menolak proposal AS. Konflik dilaporkan memasuki pekan kelima, dengan Selat Hormuz masih tertutup bagi sebagian besar tanker dan serangan terhadap infrastruktur energi berlanjut.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab mendorong pembentukan Pasukan Keamanan Hormuz, namun menghadapi resistensi dari sekutu AS dan berpotensi terhambat veto Rusia dan China. Arab Saudi dilaporkan mengalihkan ekspor melalui Laut Merah, namun belum mampu menggantikan gangguan pasokan global.

Dari AS, tekanan politik meningkat dengan lebih dari 3.000 titik demonstrasi “No Kings” yang melibatkan 9 juta orang untuk menentang kebijakan Trump, termasuk terkait perang Iran dan deportasi massal. Kondisi tersebut menambah risiko terhadap stabilitas kebijakan ke depan.

Liza menilai pasar menghadapi situasi ketika hampir tidak ada kelas aset yang benar-benar aman. Ia menyebut bahkan instrumen yang biasa dianggap safe haven seperti US Treasury, yen Jepang, dan emas dinilai gagal memberikan perlindungan, sehingga investor mengurangi eksposur risiko secara agresif.

Harga minyak tetap tinggi di tengah gangguan pasokan global, dengan Brent dan WTI bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Penutupan efektif Selat Hormuz—yang sebelumnya menyalurkan sekitar 15–20 juta barel per hari—menjadi faktor utama lonjakan harga. Upaya mitigasi seperti optimalisasi pipa East-West Arab Saudi sebesar 7 juta barel per hari dan peningkatan ekspor melalui Yanbu disebut hanya menutup sebagian gangguan.

UBS memperkirakan dalam skenario ekstrem harga minyak berpotensi naik hingga 150 dolar AS per barel, yang dapat mendorong inflasi global di atas 4 persen serta berisiko memicu resesi di AS dan Eropa.

Dari dalam negeri, Iran dilaporkan memberikan izin kepada dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk keluar dari Selat Hormuz setelah komunikasi intensif dengan pemerintah Indonesia. Meski demikian, pelayaran masih menunggu kesiapan teknis seperti asuransi dan kru. Dengan kapasitas sekitar 2–2,5 juta barel atau setara kurang lebih 1–1,5 hari kebutuhan BBM nasional, insiden ini dinilai menegaskan rapuhnya ketahanan energi Indonesia apabila gangguan di Selat Hormuz berlangsung berkepanjangan.

Sejalan dengan sentimen global, bursa Eropa pada perdagangan Jumat (27/03) ditutup melemah, antara lain Euro Stoxx 50 turun 1,56 persen, FTSE 100 Inggris turun 0,05 persen, DAX Jerman turun 1,38 persen, dan CAC 40 Prancis turun 0,87 persen.

Wall Street juga melemah pada Jumat (27/03). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,73 persen menjadi 45.166,64, S&P 500 melemah 1,67 persen ke 6.368,85, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,93 persen menjadi 23.132,77.

Pagi ini, bursa saham regional Asia turut bergerak turun. Indeks Nikkei melemah 2.417,07 poin atau 4,53 persen ke 50.956,00, Shanghai turun 31,33 poin atau 0,80 persen ke 3.882,40, Hang Seng turun 427,38 poin atau 1,71 persen ke 24.524,50, dan Strait Times melemah 13,96 poin atau 0,29 persen ke 4.884,22.