Jakarta—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Jumat (27/03/2026) seiring meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
IHSG turun 67,034 poin atau 0,94% ke level 7.097,57. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak fluktuatif sejak pembukaan, namun cenderung berada di zona merah hingga penutupan.
Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Volume perdagangan mencapai 52,64 miliar saham dengan nilai transaksi Rp28,73 triliun dan frekuensi 3.041.275 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 312 saham melemah, 221 saham menguat, dan 198 saham stagnan, mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar.
Pelemahan IHSG terutama dipicu penurunan saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk turun 150 poin ke 9.850, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk melemah 70 poin ke 5.900, dan PT Telkom Indonesia Tbk terkoreksi 60 poin ke 4.050.
Tekanan juga datang dari PT Astra International Tbk yang turun 100 poin ke 5.700 serta PT Unilever Indonesia Tbk yang melemah 80 poin ke 3.400. Sementara itu, penguatan terbatas masih terlihat pada beberapa saham tertentu, terutama di sektor energi dan komoditas yang cenderung defensif, namun belum cukup kuat untuk menahan laju penurunan indeks.
Secara umum, pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini dipengaruhi meningkatnya aksi ambil untung setelah penguatan pada sesi sebelumnya. Investor juga cenderung berhati-hati di tengah minimnya sentimen positif dari global.
Tekanan eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global turut memengaruhi psikologis pasar. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham.
Pergerakan yang didominasi saham perbankan dan blue chips disebut mencerminkan arus keluar dana asing yang masih menjadi salah satu faktor utama penekan indeks. Untuk perdagangan berikutnya, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah selama belum mampu menembus level resistance di kisaran 7.150. Adapun level support terdekat berada di area 7.050 yang dinilai menjadi titik krusial bagi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.