BERITA TERKINI
IHSG Melemah, Analis Soroti Risiko Geopolitik dan Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Melemah, Analis Soroti Risiko Geopolitik dan Rekomendasikan Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 67,03 poin atau turun 0,94 persen ke level 7.097 pada Jumat (27/3). Pada hari itu, nilai transaksi tercatat Rp11,77 triliun dengan volume perdagangan 19,80 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, pergerakan IHSG tercatat melemah dua hari dan menguat satu hari. Secara keseluruhan, indeks membukukan pelemahan 0,56 persen sepanjang pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa selama periode 23–27 Maret 2026, perdagangan saham di bursa ditutup bervariasi. Kapitalisasi pasar turun 0,24 persen dari Rp12.547 triliun menjadi Rp12.516 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian juga menurun 4,81 persen dari 29,74 miliar menjadi 28,31 miliar lembar saham. Namun, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 15,27 persen dari Rp20,24 triliun menjadi Rp23,33 triliun. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9,01 persen dari 1,59 juta kali transaksi menjadi 1,73 juta kali transaksi.

Dari sisi investor asing, Kautsar mencatat nilai jual bersih sebesar Rp1,76 triliun pada Jumat (27/3). Sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih Rp30,88 triliun.

Untuk sepekan ke depan, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada awal pekan. Ia memproyeksikan indeks berada pada rentang support 6.938 dan resistance 7.260.

Menurutnya, beberapa sentimen yang memengaruhi pasar mencakup meningkatnya tensi geopolitik serta kenaikan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran inflasi global. Oktavianus menjelaskan ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat memperpanjang aksi terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April 2026 disertai pengerahan 10 ribu pasukan. Pada saat yang sama, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperketat pengawasan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang dinilai berpotensi menekan pasar karena dapat berdampak lebih luas pada ekonomi.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah yang disebut mencapai level tertinggi sejak 2022 turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bank sentral menahan suku bunga acuan lebih lama, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan terhadap pasar riil.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan saham Mitra Keluarga (MIKA), yang ditutup menguat 0,93 persen ke 2.160 pada pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh 2.260 pada pekan ini. Ia juga merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang naik 1,19 persen ke 8.500, dengan proyeksi mencapai 9.350.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak terkoreksi dalam sepekan ke depan. Ia memproyeksikan pergerakan indeks berada di kisaran support 7.059 dan resistance 7.136.

Herditya menilai tekanan terhadap IHSG dipengaruhi faktor eksternal, terutama meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada sentimen pasar. Kondisi pasar global yang masih berada dalam tren korektif juga disebut menambah tekanan terhadap pergerakan indeks domestik.

Herditya merekomendasikan saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), yang ditutup menguat 2,22 persen ke 1.150 pada pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh 1.745. Ia juga merekomendasikan Dharma Satya Nusantara (DSNG), yang naik 4,58 persen ke 1.600, dengan proyeksi mencapai 1.745. Selain itu, ia mencermati United Tractors (UNTR) yang ditutup di 30.600, dengan proyeksi menyentuh level 32.000 pada pekan ini.