BERITA TERKINI
IHSG Menguat 1,44% di Awal Perdagangan, Saham Tambang dan Bank Besar Jadi Penopang

IHSG Menguat 1,44% di Awal Perdagangan, Saham Tambang dan Bank Besar Jadi Penopang

Jakarta—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Selasa (10/3/2026) dengan penguatan. Pada pembukaan, IHSG naik 105,68 poin atau 1,44% ke level 7.443,05.

Penguatan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45. Indeks yang berisi 45 saham paling likuid tersebut meningkat 9,98 poin atau 1,33% ke posisi 760,56.

Aktivitas transaksi pada awal sesi mencerminkan minat beli yang kuat. Volume perdagangan tercatat sekitar 2,23 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,35 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 111 ribu transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 424 saham menguat, 96 saham melemah, dan 136 saham tidak berubah.

Kenaikan IHSG pada awal perdagangan didorong saham-saham berkapitalisasi besar serta rebound di sektor energi dan pertambangan setelah tekanan pada sesi sebelumnya. Saham komoditas kembali menjadi penggerak indeks seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global.

Sejumlah saham tambang yang disebut berkontribusi terhadap penguatan antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DEWA). Saham-saham tersebut tercatat menguat dan turut mendorong kenaikan IHSG di awal sesi.

Selain itu, saham perbankan berkapitalisasi besar juga menopang pergerakan indeks. Saham bank seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI bergerak stabil hingga menguat tipis, sehingga memberikan kontribusi positif mengingat bobot kapitalisasi pasarnya yang besar dalam IHSG.

Pergerakan positif pada pagi ini juga dikaitkan dengan aksi beli setelah IHSG mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Koreksi tajam yang terjadi sebelumnya mendorong sebagian pelaku pasar melakukan akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah berada pada level harga menarik.

Secara teknikal, pergerakan IHSG di awal perdagangan menunjukkan potensi rebound jangka pendek setelah tekanan kuat pada awal pekan. Investor memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar, terutama pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Dari sisi eksternal, stabilnya pergerakan bursa regional turut membantu meningkatkan kepercayaan investor. Stabilnya harga komoditas energi dan logam juga disebut menjadi faktor pendukung bagi saham-saham sektor pertambangan.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor global yang berpotensi memengaruhi IHSG dalam jangka pendek, termasuk perkembangan kebijakan suku bunga global, kondisi geopolitik, serta pergerakan harga komoditas dunia yang dapat memicu volatilitas.

Dengan kondisi tersebut, IHSG dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek selama minat beli tetap terjaga dan tidak muncul tekanan signifikan dari faktor eksternal. Namun, pelaku pasar tetap diimbau mencermati pergerakan pasar secara hati-hati mengingat volatilitas dapat terjadi seiring perubahan sentimen global dan domestik.