Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 12 Maret 2026 ditutup melemah 0,37% atau turun 27,28 poin ke level 7.362. Pelemahan terjadi seiring koreksi bursa Asia Pasifik. Di sisi lain, rupiah JISDOR cenderung stagnan di level Rp16.899 per dolar AS.
Aliran dana investor asing di pasar reguler tercatat inflow sebesar Rp905 miliar pada 12 Maret. Namun, aktivitas pasar cenderung sepi yang tercermin dari nilai transaksi harian sekitar Rp13 triliun, dengan sisa tiga hari bursa sebelum libur panjang.
Dari sisi korporasi, emiten BUMI mengganti logo perusahaan sebagai bagian dari transformasi bisnis yang terdiversifikasi. Perusahaan disebut tengah memperluas portofolio ke sektor mineral, termasuk emas, tembaga, hingga bauksit. Sementara itu, BBCA dalam RUPST 12 Maret 2026 memutuskan pembagian dividen dengan dividend payout ratio (DPR) 72% dari total laba bersih tahun buku 2025, setara Rp336 per saham. Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim Rp55 per saham, sehingga dividend yield final tercatat 4,1%.
Dari global, bursa Wall Street kompak melemah dengan penurunan dipimpin indeks Nasdaq yang turun 1,78%. Pasar merespons negatif lonjakan harga minyak setelah Iran mengancam akan terus memblokir Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia. Harga WTI pada 12 Maret naik 9,72% ke level USD95, meski secara intraday pada 13 Maret melemah terbatas.
Di Asia, bursa Asia Pasifik kembali dibuka melemah pada 13 Maret, dengan indeks Nikkei 225 turun 0,8% dan KOSPI terkoreksi 1,70%. Nikkei tertekan oleh saham teknologi, di antaranya Tokyo Electron turun 2,49% dan SoftBank melemah 4,62%.
Dengan kondisi tersebut, IHSG pada hari ini diproyeksikan bergerak terkoreksi dalam rentang 7.300–7.450. Dalam riset hariannya, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menyampaikan tiga saham yang masuk rekomendasi untuk perdagangan 13 Maret 2026, yakni BRIS, ELSA, dan SMDR.
BRIS (Buy)
BRIS ditutup di harga 2.210 dengan target 2.300 dan stop loss 2.000. Secara teknikal, BRIS bergerak di area support dan masih bertahan di atas MA50, yang dinilai menjaga tren jangka menengah. Indikator MACD bar histogram terlihat melemah, namun masih berada dalam fase momentum akumulasi.
Dari sisi fundamental, BRIS melaporkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp7,57 triliun atau tumbuh sekitar 8% secara tahunan. Pertumbuhan ditopang pembiayaan yang mencapai Rp319 triliun, naik 14,5% yoy, dengan kualitas aset yang disebut tetap terjaga melalui rasio NPF gross 1,81%.
ELSA (Buy)
ELSA ditutup di harga 745 dengan target 770 dan stop loss 720. Secara teknikal, ELSA berada di area support sehingga dinilai menarik untuk trading jangka pendek. Indikator stochastic yang berada di area oversold mengindikasikan peluang rebound dalam waktu dekat.
Sentimen lain datang dari kenaikan harga minyak mentah global. Harga crude oil WTI tercatat naik hingga sekitar USD95 per barel atau meningkat sekitar 51% dalam satu bulan terakhir. Kenaikan ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi ELSA sebagai perusahaan jasa energi. Dari sisi valuasi, ELSA diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) sekitar 7,8x, yang disebut relatif murah dibanding rata-rata industri sejenis.
SMDR (Speculative Buy)
SMDR berada di harga terakhir 354 dengan target 364 dan stop loss 346. Secara teknikal, saham ini berada di area support dan berpotensi mengalami reversal dengan pola candlestick morning star. MACD bar histogram juga menunjukkan pelemahan yang terbatas, sehingga membuka peluang rebound jangka pendek.
Selain faktor teknikal, terdapat sentimen dari aktivitas akumulasi saham oleh jajaran manajemen. Direksi Bani Maulana Mulia tercatat membeli saham dengan nilai sekitar Rp791 juta atau 21,2 ribu lot pada harga rata-rata Rp373,5 per saham. Direksi Farida Helianti juga mengakumulasi saham senilai sekitar Rp179 juta atau 5 ribu lot pada harga rata-rata Rp358 per saham pada 9 Maret. Total akumulasi direksi mencapai sekitar Rp970,76 juta, yang dinilai dapat mengindikasikan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.
Ringkasan rekomendasi 13 Maret 2026
BRIS: Buy | Harga 2.210 | Target 2.300 | Stop loss 2.000
ELSA: Buy | Harga 745 | Target 770 | Stop loss 720
SMDR: Speculative Buy | Harga 354 | Target 364 | Stop loss 346
Catatan: Investasi saham mengandung risiko. Informasi di atas merupakan hasil riset internal Ajaib Sekuritas dan bukan ajakan atau paksaan untuk melakukan transaksi jual beli efek. Harga saham dapat berfluktuasi secara real-time, sehingga keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

