Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Jumat (27/3). IHSG turun 67,03 poin atau 0,94% ke level 7.097,06 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Seiring penurunan indeks, investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,76 triliun di seluruh pasar. Aktivitas jual bersih tersebut terutama terjadi di pasar reguler dengan nilai Rp 1,89 triliun. Sementara itu, di pasar tunai dan pasar negosiasi, asing mencatat beli bersih (net buy) Rp 130,33 miliar.
Dari sisi saham, net sell asing terbesar tercatat pada saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas dengan net sell Rp 1,1 triliun, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 355,9 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 123,8 miliar.
Adapun saham dengan net buy asing terbesar adalah PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sebesar Rp 159,5 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 65,2 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 44,8 miliar.
Di kelompok LQ45, saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) adalah ANTM yang naik 2,04%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,88%, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 1,74%.
Sementara itu, top losers LQ45 ditempati PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 4,46%, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 4,12%, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,79%.
Secara sektoral, delapan indeks sektoral bergerak turun. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,29%, disusul sektor perindustrian yang merosot 1,27%. Sektor teknologi terpangkas 0,97%, sektor keuangan melemah 0,56% dan tergerus 0,54%, sektor barang baku turun 0,42%, sektor barang konsumsi nonprimer melemah 0,33%, serta sektor properti dan real estat turun 0,28%.
Di tengah pelemahan IHSG, tiga sektor masih mampu menguat. Sektor energi naik 0,35%, sektor kesehatan menguat 0,12%, dan sektor barang konsumsi primer naik tipis 0,01%.
Aktivitas perdagangan mencatat total volume transaksi 19,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,77 triliun. Sebanyak 379 saham ditutup melemah, 274 saham menguat, dan 167 saham tidak berubah.
Sejak awal tahun, IHSG tercatat mengakumulasi pelemahan 17,92%.