Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat sore, di tengah keraguan investor terhadap meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG turun 67,03 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.097,06. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan merosot 12,77 poin atau 1,75 persen ke 718,96.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebut indeks saham Asia pada Jumat ditutup beragam dengan kecenderungan melemah, seiring meningkatnya keraguan pasar mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Dari sisi global, ekspektasi negosiasi AS-Iran selama pekan ini turut meningkatkan volatilitas pasar saham. Pelaku pasar juga dinilai skeptis terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.
Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik disebut meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengajukan proposal balasan, sementara AS berencana mengirim lebih banyak pasukan ke kawasan Timur Tengah. Konflik yang memasuki pekan keempat dinilai berpotensi memicu inflasi global dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seiring kenaikan harga energi dan gangguan perdagangan dunia.
Trump menyatakan telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari tambahan hingga 6 April 2026. Ia mengatakan perpanjangan tersebut dilakukan atas permintaan Iran dan dikabulkan AS sebagai imbalan diizinkannya 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya perang AS dengan Iran, walaupun Iran menyatakan penutupan hanya berlaku untuk pihak yang dianggap musuh. Dalam perkembangan terbaru, Iran disebut mendirikan pintu tol bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut. Lloyd's List Intelligence melaporkan sejumlah kapal membayar biaya perjalanan dalam mata uang yuan China.
Dari pergerakan intraday, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di wilayah merah sampai perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat, dipimpin sektor energi yang naik 0,34 persen, disusul sektor kesehatan yang bertambah 0,15 persen. Sementara itu, sembilan sektor melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor industri yang turun 1,20 persen. Sektor infrastruktur dan teknologi masing-masing melemah 0,97 persen dan 0,82 persen.
Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain NZIA, SOHO, CBPE, FMII, dan NETV. Adapun saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FITT, FUJI, KUAS, APLI, dan BESS.
Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 1.393.686 transaksi dengan volume 19,80 miliar saham dan nilai transaksi Rp11,77 triliun. Sebanyak 274 saham menguat, 379 saham melemah, dan 167 saham stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa regional pada sore hari menunjukkan hasil beragam. Indeks Nikkei melemah 45,15 poin atau 0,08 persen ke 53.558,50. Indeks Shanghai menguat 24,64 poin atau 0,63 persen ke 3.913,72, indeks Hang Seng naik 95,45 poin atau 0,38 persen ke 24.951,88, dan indeks Straits Times menguat 10,42 poin atau 0,21 persen ke 4.898,18.