Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan meningkatnya risiko resesi global seiring eskalasi perang di Iran yang dinilai terus mengganggu pasar energi dunia. Dalam laporan terbarunya, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026, dengan skenario terburuk pertumbuhan disebut hanya mencapai 2%.
IMF menilai gangguan pada pasar energi berpotensi memicu lonjakan harga minyak. Kondisi tersebut dapat memperkuat tekanan inflasi di berbagai negara, sekaligus menambah beban pemulihan ekonomi yang masih rentan.
Di tengah situasi itu, ketegangan global turut dipengaruhi dinamika politik internasional. Inggris disebut melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, yang menambah kompleksitas situasi di level global.
Dengan kombinasi risiko energi, inflasi, dan ketegangan geopolitik, peringatan IMF menegaskan bahwa dunia menghadapi potensi guncangan ekonomi baru apabila eskalasi konflik berlanjut dan dampaknya kian meluas.