Indonesia menilai transformasi ekonomi global harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan rakyat, bukan semata mengejar keuntungan. Pandangan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri UN Trade and Development (UNCTAD) ke-16 di Jenewa, Senin (20/10/2025).
“Transformasi ekonomi global harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan rakyat. Tujuannya bukan semata untuk mengejar keuntungan, tetapi untuk mengangkat harkat kehidupan masyarakat,” ujar Arrmanatha, yang akrab disapa Wamenlu Tata.
Dalam pidatonya, Wamenlu Tata menyoroti krisis multidimensi yang tengah dihadapi dunia. Ia menekankan perlunya reformasi tata kelola ekonomi global agar lebih inklusif serta responsif terhadap tantangan dan kebutuhan negara berkembang.
“Transformasi ini bukan lagi pilihan. Melainkan keharusan, bersifat eksistensial demi keberlanjutan umat manusia,” katanya.
Wamenlu Tata juga memaparkan prioritas kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang disebut berlandaskan semangat transformasi ekonomi dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai pusat agenda pembangunan nasional. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis.
“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia menghadirkan transformasi pembangunan melalui nutrisi, memperkuat kesehatan, pendidikan dan kesetaraan. Sekaligus, memberdayakan ekonomi pedesaan,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia disebut terus mendorong digitalisasi dan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung transisi energi dan ketahanan nasional.
Sejalan dengan pernyataan di sesi Debat Umum, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok G77+China, Wamenlu Tata turut mendorong transformasi UNCTAD agar lebih tangkas dan responsif terhadap tantangan serta kebutuhan negara berkembang.
Konferensi Tingkat Menteri UNCTAD ke-16 berlangsung di Kantor PBB, Jenewa, Swiss, pada 20-23 Oktober 2025, dengan tema “Shaping the future: Driving Economic Transformation for Equitable, Inclusive and Sustainable Development”. UNCTAD merupakan focal point PBB di bidang perdagangan dan pembangunan, yang berperan membantu negara berkembang melalui peningkatan kapasitas, penelitian kebijakan, dan forum dialog antarnegara.
Forum yang digelar setiap empat tahun ini merupakan ajang pengambilan keputusan tertinggi untuk menetapkan arah strategis UNCTAD. KTM UNCTAD16 dipimpin oleh Wakil Presiden Swiss dan menyepakati dokumen Geneva Consensus sebagai rujukan kerja UNCTAD untuk empat tahun mendatang.

