JOY GROUP mengumumkan laporan keuangan periode 2025 dengan penjualan ritel tahunan yang menembus US$730 juta (RMB 5,1 miliar) dan pendapatan total yang melampaui US$620 juta (RMB 4,3 miliar). Perolehan pendapatan tersebut mencerminkan kenaikan 22% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara perusahaan menyatakan tetap mempertahankan profitabilitas dan kembali mencatat pertumbuhan positif selama satu tahun.
Sepanjang 2025, JOY GROUP memperluas portofolio produknya di kategori kecantikan pada berbagai segmen harga. Portofolio perusahaan mencakup merek unggulan JUDYDOLL, JOOCYEE, dan René Furterer, serta merek yang tengah berkembang seperti Biophyto-genesis dan Foltène. Produk yang ditawarkan meliputi kosmetik, perawatan rambut, dan perawatan kulit.
Di kategori kosmetik, JUDYDOLL disebut tetap menjadi penggerak pertumbuhan. Nilai penjualan ritel tahunan JUDYDOLL di pasar global melampaui US$430 juta (RMB 3,0 miliar), meningkat lebih dari 18% dari tahun sebelumnya. Perusahaan juga menyatakan JUDYDOLL menempati peringkat nomor satu dalam volume penjualan di antara merek kosmetik di Tiongkok selama tiga tahun berturut-turut. Dari sisi distribusi, JUDYDOLL memperkuat jangkauan omnichannel melalui pengelolaan 118 gerai mandiri serta menjangkau lebih dari 30.000 gerai ritel di seluruh dunia.
JOY GROUP juga melaporkan kinerja JOOCYEE yang mencatat penjualan ritel global tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, dengan nilai pendapatan meningkat lebih dari 15%. Produk lipstik merek tersebut dilaporkan terjual lebih dari 18 juta unit secara global.
Pada segmen perawatan rambut dan kulit kepala, René Furterer disebut terus tumbuh di Tiongkok dengan peningkatan pendapatan lebih dari 30%. JOY GROUP juga menyelesaikan akuisisi Foltène, merek perawatan rambut dan kulit kepala asal Italia yang didukung ilmu klinis sejak 1963. Perusahaan menyatakan kehadiran Foltène memperkuat kapabilitas JOY dalam ilmu kesehatan rambut dan kulit kepala.
Selain itu, JOY GROUP mengakuisisi Biophyto-genesis, merek perawatan kulit berbasis dermatologi yang menjalin kolaborasi klinis selama 14 tahun. Akuisisi ini disebut menjadi dasar pertumbuhan masa depan perusahaan dalam kategori perawatan kulit.
Dari sisi ekspansi internasional, JOY GROUP melanjutkan strategi globalisasi dengan mengandalkan kekuatan bisnis di pasar domestik. Pada 2025, penjualan ritel di pasar luar negeri dilaporkan melampaui US$87 juta (RMB 600 juta). Perusahaan juga memperluas jangkauan global melalui e-commerce dan pengembangan jaringan ritel lokal, termasuk tiga gerai mandiri di Singapura.
JOY GROUP menyatakan tetap berinvestasi pada penelitian dan pengembangan dengan meluncurkan lebih dari 600 SKU baru serta menambah 20 paten baru. Dengan dua pusat R&D di Shanghai dan Milan, perusahaan menilai langkah ini memperkuat kemampuan inovasinya.
Chairman & CEO JOY GROUP Allan Liu mengatakan perusahaan kembali mencatat pertumbuhan positif. Ia menyebut portofolio multimerek yang semakin solid serta langkah globalisasi yang kian gencar menjadi dasar optimisme perusahaan untuk mengejar pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan.