Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap program strategis pemerintah pusat melalui pengoperasian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan lewat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam program pemenuhan gizi masyarakat.
Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, mengatakan dunia usaha tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki kekuatan sosial untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai keterlibatan pengusaha dalam program sosial merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
“Kami percaya, ketika pengusaha bergerak bersama yang tumbuh bukan hanya ekonomi, tetapi juga harapan dan kesejahteraan masyarakat. Dunia usaha harus hadir bukan hanya di ruang investasi, tetapi juga di ruang-ruang kemanusiaan,” kata Diana Dewi, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Diana menjelaskan, inisiatif ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Ketua Umum KADIN Indonesia agar jajaran KADIN di daerah aktif berkontribusi dalam program strategis nasional. Dalam konteks tersebut, KADIN DKI Jakarta bersama anggota dan Asosiasi Luar Biasa disebut telah mengoperasikan sekitar 90 dapur SPPG.
“Dapur SPPG ini bukan sekadar tempat memasak. Ini adalah simbol gotong royong antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat. Dari dapur-dapur ini lahir energi baru untuk membangun Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat dan lebih sejahtera,” ujar Diana.
Ia menambahkan, partisipasi dunia usaha dalam program sosial menunjukkan bahwa KADIN tidak hanya berbicara soal bisnis dan investasi, tetapi juga kepedulian serta kebermanfaatan untuk masyarakat luas. “Kami ingin membuktikan bahwa pengusaha Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata,” katanya.
Kegiatan tersebut diresmikan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie. Acara juga dihadiri Asisten Staf Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya yang memberikan dukungan terhadap sinergi dunia usaha dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya Bakrie menyampaikan KADIN Indonesia telah memfasilitasi pengadaan 742 SPPG di berbagai lokasi. Ia menargetkan jumlah tersebut dapat meningkat hingga 1.000 SPPG, dengan 230 SPPG direncanakan disiapkan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
KADIN DKI Jakarta menyatakan optimistis kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah dan dunia usaha akan mempercepat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.

