Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menyoroti potensi dampak memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran terhadap dunia usaha di daerah. Menurut Kadin, gejolak geopolitik tersebut dapat memengaruhi stabilitas harga minyak dunia yang menjadi penopang aktivitas industri.
Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin mengatakan, konflik yang berkepanjangan berisiko memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar global. Kondisi itu dinilai akan berdampak langsung pada biaya produksi berbagai sektor industri, termasuk di Sidoarjo.
“Kalau harga minyak naik, harga jual produk juga hampir pasti mengalami kenaikan,” ujar Nurdin, Rabu (12/3).
Ia mengimbau pelaku usaha lokal untuk menyiapkan langkah antisipatif sejak dini. Salah satu upaya yang disarankan adalah melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar agar perusahaan tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Nurdin juga mengingatkan agar situasi tersebut tidak berujung pada gejolak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Sidoarjo. “Jangan sampai ada gejolak PHK di Sidoarjo,” tegasnya.
Selain langkah efisiensi, Kadin Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap program pemerintah pusat yang mendorong pemanfaatan komoditas kelapa sawit dan tebu sebagai bahan bakar alternatif. Nurdin menyebut pemanfaatan kelapa sawit saat ini sudah digunakan dalam campuran biodiesel B20, dan ia berharap pengembangannya dapat meningkat hingga B50.
“Memang saat ini masih dalam proses, tetapi kita harus optimistis dengan pengembangan pemanfaatan energi tersebut,” pungkasnya.

