PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 41.084 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api selama Februari 2026. Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, para penumpang asing itu mendominasi 10 stasiun keberangkatan di Pulau Jawa.
“Dominasi Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo menunjukkan kuatnya daya tarik kota-kota dengan karakter budaya dan lanskap yang khas,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Berdasarkan data KAI, stasiun dengan jumlah wisatawan mancanegara terbanyak pada Februari 2026 adalah Stasiun Yogyakarta dengan 6.652 orang, disusul Gambir 6.609 orang, Bandung 4.033 orang, dan Surabaya Gubeng 2.278 orang. Berikutnya Pasarsenen 2.147 orang, Semarang Tawang 1.584 orang, Malang 1.179 orang, Surabaya Pasar Turi 1.068 orang, Probolinggo 907 orang, serta Solo Balapan 836 orang.
Anne menyebut, dalam dua bulan terakhir jumlah wisatawan asing yang telah menggunakan layanan KAI mencapai 86.062 orang. Namun, secara month-to-month, angka penumpang pada Februari 2026 turun 8,65% dibandingkan Januari yang tercatat 44.978 orang.
“Ke depan, KAI Group akan terus memperkuat kualitas layanan dan integrasi antarmoda agar pengalaman perjalanan wisata semakin nyaman dan terencana,” kata Anne.
Meski terjadi penurunan pada Februari, KAI menyatakan optimistis terhadap tren kenaikan penumpang wisatawan asing secara tahunan. KAI mencatat kenaikan konsisten dalam tiga tahun terakhir, yaitu 580.995 orang pada 2023, meningkat menjadi 669.226 orang pada 2024, dan 694.123 orang pada 2025.
Menurut Anne, peningkatan tersebut menunjukkan perjalanan antarkota dengan kereta api semakin menjadi pilihan wisatawan asing yang ingin menikmati destinasi di Indonesia dengan akses yang terhubung langsung ke pusat kota. “Perjalanan dengan kereta api dirancang agar menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya.
KAI menilai pergerakan wisatawan mancanegara ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

