BERITA TERKINI
Kalender Ekonomi Senin (22/9): Pidato RBA, BoE, ECB, dan Pejabat The Fed Warnai Pergerakan Pasar

Kalender Ekonomi Senin (22/9): Pidato RBA, BoE, ECB, dan Pejabat The Fed Warnai Pergerakan Pasar

Pasar keuangan global mengawali pekan pada Senin (22/9) dengan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting, mulai dari pidato pejabat bank sentral di berbagai kawasan hingga rilis data harga produsen Kanada. Rangkaian agenda ini dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang utama dunia.

Fokus Asia-Pasifik

Pada pagi hari, perhatian pasar tertuju pada pidato Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Michele Bullock yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB. Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga serta prospek ekonomi Australia. Pernyataan bernada lebih ketat (hawkish) berpotensi mendukung dolar Australia (AUD), sementara nada lebih longgar (dovish) bisa menekan AUD.

Di waktu yang sama, Tiongkok akan merilis Loan Prime Rate (LPR) untuk tenor 5 tahun yang diproyeksikan tetap di 3,50% serta tenor 1 tahun di 3,00%. Stabilnya suku bunga dipandang sebagai sinyal konsistensi kebijakan moneter. Meski dampak langsung terhadap yuan (CNY) diperkirakan terbatas, keputusan ini tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi mata uang komoditas seperti AUD dan dolar Selandia Baru (NZD) yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi Tiongkok.

Agenda Eropa

Memasuki sesi Eropa, Swiss akan merilis data M3 Money Supply Agustus pada pukul 14.00 WIB. Indikator ini tidak selalu memicu volatilitas tinggi, namun dapat memberi gambaran mengenai likuiditas dalam sistem keuangan Swiss.

Menjelang malam, perhatian pasar beralih ke sejumlah pidato pejabat bank sentral. Pada pukul 20.45 WIB, anggota MPC Bank of England (BoE) Jonathan Pill dijadwalkan berbicara, dengan potensi menambah volatilitas pada poundsterling (GBP) apabila sinyal kebijakan yang disampaikan cenderung hawkish. Di waktu yang sama, Chief Economist ECB Philip Lane juga akan menyampaikan pandangan terkait prospek inflasi zona euro.

Sementara itu, pada pukul 21.00 WIB, zona euro akan merilis Consumer Confidence September yang diproyeksikan berada di -15,0, membaik dari -15,5 pada bulan sebelumnya. Jika sesuai atau lebih baik dari perkiraan, data ini dapat menunjukkan perbaikan kecil sentimen konsumen dan berpotensi menjadi katalis bagi euro (EUR).

Agenda AS dan Kanada

Pada sesi Amerika, investor akan memantau kombinasi data ekonomi dan pidato pejabat bank sentral AS. Pada pukul 19.30 WIB, Amerika Serikat merilis Chicago Fed National Activity Index Agustus dengan proyeksi -0,19. Angka negatif mengindikasikan aktivitas ekonomi yang melemah.

Di saat bersamaan, Kanada mengumumkan Industrial Product Price Index (IPPI) yang diproyeksikan naik 0,7% secara bulanan (MoM) dan 2,6% secara tahunan (YoY). Selain itu, Raw Materials Price Index (RMPI) diperkirakan meningkat 0,3% (MoM) dan 0,8% (YoY). Data yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memberi dukungan bagi dolar Kanada (CAD).

Dari sisi kebijakan moneter AS, anggota FOMC John Williams dijadwalkan berpidato pada pukul 20.45 WIB, disusul anggota FOMC Thomas Barkin pada pukul 23.00 WIB. Komentar keduanya mengenai arah suku bunga The Fed diperkirakan menjadi perhatian utama pasar.

Selain itu, Departemen Keuangan AS akan menggelar lelang obligasi tenor 3 bulan dan 6 bulan pada pukul 22.30 WIB. Jika imbal hasil yang terbentuk lebih tinggi dibanding sebelumnya, kondisi tersebut berpotensi menguatkan dolar AS (USD).

Potensi dampak pada pasangan mata uang

Beberapa pasangan mata uang diperkirakan menjadi sorotan seiring rangkaian agenda tersebut. EUR/USD berpeluang menguat jika komentar ECB cenderung hawkish dan Consumer Confidence sesuai atau lebih baik dari perkiraan. GBP/USD berpotensi bergerak lebih volatil mengikuti pidato anggota BoE, dengan nada hawkish mendukung GBP. AUD/USD menunggu sinyal dari RBA serta arah kebijakan suku bunga Tiongkok. USD/CAD berpotensi melemah bila data harga produsen Kanada melampaui proyeksi. Sementara USD/JPY dipengaruhi oleh pidato pejabat The Fed dan hasil lelang obligasi AS.

Secara keseluruhan, pelaku pasar akan memusatkan perhatian pada arah kebijakan moneter global yang tercermin dari pernyataan bank sentral, serta data inflasi produsen Kanada. Volatilitas diperkirakan meningkat pada sesi Amerika malam hari, terutama pada USD/CAD, EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, dan USD/JPY.