Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Kementerian Perdagangan memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk mengoptimalkan pengendalian harga pangan di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasar selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2025/1446 H.
Menurut Budi, Kemendag akan terus memantau harga serta ketersediaan stok bahan pangan pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran untuk menghindari lonjakan harga. “Kita ada namanya pemantauan melalui SP2KP, jadi kita tahu mana daerah mana yang mahal (harga pangan). Nggak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia,” ujarnya di sela peninjauan harga pangan di Pasar Jaya Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu.
Selain pemantauan melalui SP2KP, Kemendag juga berkoordinasi dengan dinas yang membidangi pangan di pemerintah daerah, distributor, pemasok, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan kelancaran distribusi.
Melalui SP2KP, Kemendag dapat memantau pergerakan harga pangan di berbagai daerah, mengidentifikasi wilayah yang mengalami kenaikan, dan melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan pasar. Budi menegaskan, apabila ditemukan kenaikan harga yang dinilai tidak wajar di suatu daerah, pihaknya akan segera menghubungi dinas setempat hingga pelaku rantai pasok untuk penanganan.
“Jadi nanti kalau (harga pangan) mahal udah ketahuan berapa harga per komoditi, per hari itu akan ketahuan sehingga kalau ada di daerah yang harganya mahal, kita langsung berkomunikasi ke dinas, ke distributor, ke pemasok, ke produsen,” kata Budi.
Kemendag juga disebut akan terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan di daerah untuk memastikan harga tetap terkendali dan mencegah permainan harga di pasar. Budi menilai pengendalian harga pangan penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama pada periode Ramadhan dan Lebaran. “Pengennya harga pangan, harga bahan kebutuhan pokok ini terus normal sehingga masyarakat itu terjangkau untuk membeli,” ujarnya.
Dalam peninjauan di Pasar Ciracas, Budi menyampaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok relatif stabil dan stok tersedia. Beberapa komoditas tercatat berada di bawah harga acuan tertinggi (HET), di antaranya telur dan beras.
Harga telur ayam ras tercatat Rp28.000 per kilogram, lebih rendah dari harga acuan pemerintah Rp30.000 per kilogram. Beras medium dijual Rp12.000 per kilogram, di bawah harga acuan Rp12.500 per kilogram. Adapun beras SPHP tercatat Rp62.500 per kemasan 5 kilogram dan Rp11.000 per liter.
Harga daging ayam ras di pasar tersebut tercatat Rp26.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga acuan pemerintah Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi berada di level Rp140.000 per kilogram, sesuai harga acuan pemerintah dan dinilai relatif stabil.

