Kenaikan harga bensin dan solar mendorong masyarakat serta dunia usaha di Provinsi Dong Thap beradaptasi agar kegiatan produksi dan layanan tetap berjalan. Sejumlah sektor, terutama konstruksi dan transportasi, disebut merasakan dampak yang cukup besar dari lonjakan biaya operasional.
Salah satu yang terdampak adalah Phuoc Hung Construction and Service Trading Company Limited di Komune Dong Son, yang bergerak di bidang pembangunan proyek transportasi di provinsi tersebut. Wakil Direktur perusahaan, Mai Huu Nhan, mengatakan kenaikan tajam harga bensin dan solar belakangan ini memengaruhi operasional perusahaan dan menyebabkan biaya konstruksi meningkat sekitar 20%.
Menurut Nhan, kenaikan tersebut merupakan faktor objektif yang harus dihadapi kontraktor. Karena itu, perusahaan berupaya mencari berbagai cara untuk mengatasinya agar pekerjaan tetap dapat berlangsung.
Di tengah harga BBM yang terus naik dan adanya perkiraan kenaikan lanjutan, sejumlah bisnis di provinsi ini mulai menerapkan solusi untuk menekan biaya operasional. Di sektor transportasi perairan, Koperasi Rach Gam di Kelurahan My Tho—yang dikenal sebagai salah satu unit transportasi perairan pedalaman—menyebut kenaikan harga bahan bakar memberi tekanan kepada para anggotanya untuk berinovasi.
Ketua Dewan Direksi Koperasi Rach Gam, Tran Do Liem, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoperasikan perahu mengikuti arah arus untuk menghemat bahan bakar. Ia menjelaskan penghematan dilakukan dengan memanfaatkan aliran sungai yang dipengaruhi pasang surut.
“Untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, kita harus memanfaatkan aliran sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Wilayah Delta Mekong memiliki dua rezim pasang surut. Oleh karena itu, kita harus mengatur ulang armada, memanfaatkan aliran sungai di bawah pengaruh pasang surut untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan umur mesin,” kata Liem.
Sementara itu, Perusahaan Gabungan Otomotif Tien Giang di Kelurahan Thoi Son mengoperasikan 39 bus dan 9 kendaraan angkutan penumpang rute tetap, serta pusat pelatihan pengemudi mobil dan sepeda motor. Dalam operasionalnya, perusahaan menyatakan perlu memaksimalkan penghematan bahan bakar.
Selain langkah penghematan di tingkat perusahaan, disebutkan pula perlunya dukungan yang lebih mendasar melalui kerja sama sektor bisnis bensin dan minyak dengan sektor transportasi, terutama transportasi umum dan operasional bus.
Dalam situasi harga BBM yang berfluktuasi, adaptasi proaktif oleh pelaku usaha dan masyarakat dinilai menjadi langkah yang diperlukan untuk mempertahankan produksi, menstabilkan mata pencaharian, dan secara bertahap melewati periode sulit.

