Penggunaan e-wallet atau dompet digital kian populer karena dinilai praktis dan cepat untuk bertransaksi. Namun, meningkatnya pemakaian layanan ini juga diikuti risiko kejahatan siber, termasuk upaya penipuan yang menyasar akun pengguna demi keuntungan ilegal.
Salah satu tanda awal akun e-wallet menjadi target penipu adalah munculnya notifikasi atau pesan yang tidak biasa, misalnya permintaan verifikasi data dari sumber yang tidak jelas. Dalam banyak kasus, pelaku mengirim tautan phishing yang dibuat menyerupai halaman resmi layanan e-wallet untuk memancing pengguna memasukkan data penting.
Indikasi lain yang patut diwaspadai adalah adanya aktivitas login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal. Sistem keamanan e-wallet umumnya akan mengirim peringatan jika mendeteksi upaya masuk yang tidak lazim, sehingga pengguna perlu segera memeriksa dan memastikan keamanan akunnya.
Pengguna juga disarankan waspada bila menerima permintaan transfer dana mendadak dari teman atau kontak yang sebelumnya jarang menghubungi. Kondisi ini dapat mengindikasikan akun telah diretas dan digunakan untuk menipu orang-orang di jaringan korban.
Tanda berikutnya adalah saldo e-wallet tiba-tiba berkurang tanpa ada transaksi yang dilakukan. Situasi semacam ini kerap berkaitan dengan transaksi ilegal yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Selain itu, penipu sering menjalankan modus meminta kode OTP (One Time Password) yang dikirim ke nomor ponsel pengguna. OTP bersifat rahasia dan digunakan untuk mengonfirmasi login maupun transaksi, sehingga tidak seharusnya dibagikan kepada siapa pun.
Pengguna diminta tidak memberikan kode OTP atau informasi login, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas layanan e-wallet. Proses keamanan semestinya tidak meminta data sensitif melalui pesan maupun telepon.
Untuk memperkuat perlindungan, pengguna dapat mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA). Fitur ini membantu meningkatkan keamanan proses login dan transaksi, termasuk ketika kata sandi diketahui orang lain.
Langkah pencegahan lain adalah menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda dari akun lain. Hindari kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama panggilan.
Jika mendapati aktivitas mencurigakan, pengguna disarankan segera mengubah kata sandi dan menghubungi layanan pelanggan resmi e-wallet. Transaksi yang tidak dikenal juga perlu dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti dan akun tetap terlindungi.

