Bursa saham di kawasan Asia melemah di tengah memanasnya perang di Timur Tengah. Tekanan jual meluas di sejumlah pasar, dengan penurunan terdalam terjadi di Korea Selatan.
Saham Korea Selatan tercatat anjlok sekitar 5%, menjadikannya pelemahan paling besar di antara bursa utama Asia pada periode tersebut. Di saat yang sama, harga minyak bergerak naik seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik.
Sentimen negatif juga menjalar ke pasar global. Bursa saham Amerika Serikat dilaporkan turut mengalami penurunan, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian yang dipicu perkembangan situasi di Timur Tengah.