Bisnis layanan pengiriman uang lintas negara atau remitansi yang turut diramaikan perusahaan fintech tidak serta-merta dipandang sebagai ancaman oleh perbankan. Sejumlah bank justru memilih berkolaborasi untuk memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak negara dan mendorong pertumbuhan transaksi.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas bisnis remitansi ke Korea Selatan dengan menggandeng Gmoney Trans. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI saat ini memiliki mitra BSI Remitansi, antara lain GmoneyTrans Korea Selatan, SMJ Teratai Malaysia, Kyodai Remittance Jepang, serta mitra lainnya.
Untuk memudahkan akses layanan, BSI menyediakan mobile banking BYOND by BSI yang disebut memiliki lebih dari 130 fitur dan dapat diakses kapan pun serta di mana pun. Dari sisi kinerja, hingga Januari 2025 transaksi layanan remitansi BSI berkontribusi Rp 140 miliar dari pendapatan komisi. Pada Januari 2025, bisnis remitansi BSI mencapai Rp 10 triliun atau tumbuh 42% secara tahunan. BSI juga telah menjalin kerja sama bisnis remitansi di 13 negara.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan akan terus membangun kerja sama untuk mendorong bisnis remitansi. EVP Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyebut pihaknya terus menggali peluang kolaborasi dengan perusahaan penyedia layanan remitansi nonbank, termasuk untuk layanan kiriman uang dari luar negeri.
BCA menetapkan tarif pengiriman uang dalam valuta asing melalui e-channel sebesar Rp 35.000, sementara melalui cabang Rp 50.000. Hera juga menyampaikan pendapatan selain bunga BCA secara keseluruhan tumbuh 10,2% secara tahunan menjadi Rp 25,2 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan komisi yang meningkat 8,4% secara tahunan pada 2024.
PT Bank Mandiri Tbk turut menjalin kerja sama dengan fintech pada bisnis remitansi. VP of Micro Funding & Remittance Services Bank Mandiri, Rolland Setiawan, mengatakan Bank Mandiri memperluas opsi pengiriman remitansi melalui kanal digital bagi nasabah perorangan lewat transfer valuta asing di Livin’ by Mandiri.
Selain itu, Bank Mandiri memiliki platform Kopra by Mandiri yang menyediakan fitur 18 mata uang dan 180 negara tujuan, dengan kecepatan transfer yang disebut near-real time. Untuk layanan remitansi di cabang melalui mekanisme Telegraphic Transfer SWIFT dengan sumber dana tabungan, giro, atau tunai, Bank Mandiri mengenakan tarif Rp 35.000.
Hingga Januari 2025, Bank Mandiri mencatat frekuensi transaksi remitansi naik 30% secara tahunan, sementara dari sisi volume meningkat 20%. Rolland menyebut kenaikan transaksi didorong perluasan cakupan transfer, termasuk penambahan delapan mata uang baru pada fitur transfer valas melalui Livin’ by Mandiri.

