Koreksi pasar saham global masih berlanjut dan mendorong penyesuaian sejumlah proyeksi, termasuk untuk pasar Vietnam. VN-Index sebelumnya telah turun dari sekitar 1.918 poin dan memasuki fase koreksi lebih awal dibanding banyak pasar utama. Belakangan, sejumlah indeks saham utama di Amerika Serikat juga turun lebih dari 10%, memperkuat sinyal bahwa koreksi terjadi secara global.
Dalam laporan terbarunya, BIDV Securities (BSC) menilai pasar saham Vietnam memasuki fase “uji coba berat” di tengah ketidakpastian eksternal. BSC menyoroti risiko geopolitik, terutama ketegangan di Timur Tengah, serta kebijakan tarif baru dari AS yang dinilai membentuk kembali struktur biaya global, sehingga menekan inflasi dan nilai tukar.
Menurut BSC, tren tersebut berpotensi berlanjut dan membentuk “normal baru” yang menuntut kebijakan moneter domestik lebih fleksibel. Dalam situasi itu, BSC menilai dorongan kebijakan fiskal—seperti percepatan pencairan investasi publik atau dukungan pajak dan biaya—dapat menjadi faktor penopang penting.
Seiring penilaian ulang faktor makroekonomi, BSC merevisi turun proyeksi VN-Index 2026 dari 1.954 poin menjadi 1.750 poin. Proyeksi pertumbuhan laba perusahaan juga dipangkas menjadi 11–12% dari sebelumnya 16–17%, terutama karena meningkatnya tekanan biaya input. Dampaknya, likuiditas pasar ikut melemah, dengan nilai perdagangan rata-rata sekitar US$0,96 miliar per sesi.
Sementara itu, Mirae Asset Vietnam Securities (MASVN)—perusahaan sekuritas terbesar di antara perusahaan milik asing—mempertahankan skenario dasar yang lebih positif. MASVN memperkirakan laba perusahaan di pasar secara keseluruhan dapat meningkat sekitar 20% pada 2026. Dengan rata-rata valuasi P/E jangka panjang sekitar 17 kali, MASVN meyakini VN-Index berpeluang menuju 2.300 poin.
Meski demikian, MASVN disebut tidak memfokuskan strategi pada peningkatan skala atau penggalangan modal pada 2026. Perusahaan ini justru menyiapkan rencana bisnis yang lebih hati-hati dengan target pertumbuhan laba 7%.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan sekuritas domestik masih memasang target pertumbuhan laba yang tinggi, seperti SSI (+20%), DNSE (+61,8%), Vietcap (+41%), dan Kafi (+129%). Perbedaan target ini menunjukkan pandangan yang belum sepenuhnya sejalan di antara berbagai kelompok pelaku industri sekuritas.
Dari perspektif jangka pendek, pasar menunjukkan tanda pemulihan setelah koreksi tajam pada pekan sebelumnya. Pada penutupan perdagangan 27 Maret, VN-Index berada di level 1.672,8 poin, naik 1,52% dibanding sepekan sebelumnya dan kembali menembus rata-rata pergerakan 200 hari (MA200).
Direktur Analisis Agriseco Securities, Nguyen Anh Khoa, menyebut tekanan beli aktif membaik pada sesi terakhir pekan tersebut, membantu indeks memperpanjang kenaikan menjelang akhir sesi. Namun, ia menilai rebound yang terjadi lebih bersifat teknis daripada sinyal pembalikan tren.
Menurutnya, likuiditas belum membaik secara sebanding. Nilai perdagangan rata-rata di tiga bursa tercatat sekitar 26.050 miliar VND per sesi, turun 10%. Secara teknikal, VN-Index masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan penting seperti MA20 dan MA50, yang mengindikasikan tekanan jual dapat kembali muncul ketika indeks mendekati area resistensi.
“Pasar membutuhkan lebih banyak waktu untuk menguji keandalan tren tersebut. Meskipun permintaan telah bereaksi dengan baik di zona support jangka panjang, investor tetap harus berhati-hati sampai likuiditas dan penyebaran modal membaik secara signifikan,” kata Khoa.
Di tingkat internasional, Goldman Sachs mempertahankan prospek jangka panjang yang positif untuk pasar negara berkembang. Lembaga itu memperkirakan pertumbuhan sekitar 13,6% dalam 12 bulan ke depan, didukung basis pendapatan perusahaan yang dinilai stabil.