BERITA TERKINI
Kremes Ayam Malioboro Kembangkan Produk Lewat Masukan Konsumen, Penjualan dan Loyalitas Meningkat

Kremes Ayam Malioboro Kembangkan Produk Lewat Masukan Konsumen, Penjualan dan Loyalitas Meningkat

Masukan pelanggan kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan sekaligus berkembang. Sebuah studi kasus dari UMKM kuliner Kremes Ayam Malioboro menunjukkan bagaimana feedback konsumen dapat dijadikan acuan utama dalam inovasi produk hingga berujung pada peningkatan penjualan dan loyalitas pelanggan.

Pada awalnya, Kremes Ayam Malioboro menghadapi tantangan berupa produk yang dinilai kurang memiliki ciri khas kuat dibanding kompetitor. Meski rasanya disukai, penjualan cenderung stagnan. Alih-alih melakukan perubahan berdasarkan asumsi, mereka memilih mendengarkan suara konsumen melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan platform e-commerce tempat mereka berjualan.

Dari masukan yang terkumpul, konsumen menyampaikan dua catatan utama: tekstur kremes dinilai kurang renyah dan varian rasa dianggap monoton. Bagi Kremes Ayam Malioboro, keluhan tersebut tidak dipandang sebagai hambatan semata, melainkan peluang untuk memperbaiki produk dan memperjelas diferensiasi di pasar.

Untuk memperkaya data, mereka tidak hanya mengandalkan survei online. Tim juga melakukan interaksi aktif di media sosial dengan membalas komentar, menanggapi pesan langsung, serta mengadakan sesi tanya jawab melalui Instagram Story. Selain itu, mereka memanfaatkan polling dan kuis singkat untuk mengukur minat konsumen terhadap rasa, kemasan, hingga ide nama produk baru.

Langkah lain yang ditempuh adalah menghubungi pelanggan setia untuk wawancara singkat melalui telepon atau video call. Mereka juga mengadakan grup diskusi (focus group discussion) dengan mengundang sejumlah konsumen agar terlibat dalam proses pengembangan, mulai dari tahap ide hingga uji coba rasa. Pendekatan ini membuat masukan yang didapat lebih beragam dan mendalam.

Setelah data terkumpul, Kremes Ayam Malioboro melakukan analisis sebelum mengambil keputusan. Masukan dikelompokkan berdasarkan jenis persoalan, seperti tekstur, rasa, dan kemasan, lalu dicari pola yang paling sering muncul. Hasilnya, tim menyimpulkan tiga kebutuhan utama konsumen: kremes yang lebih renyah dan tahan lama, adanya varian rasa pedas dan gurih selain original, serta kemasan yang lebih menarik dan praktis.

Berdasarkan temuan tersebut, mereka merumuskan solusi berupa perubahan resep, penambahan varian rasa, dan desain ulang kemasan. Namun, produk baru tidak langsung diluncurkan. Kremes Ayam Malioboro menerapkan pengembangan bertahap dan berulang melalui pembuatan prototipe, pengujian ke konsumen terpilih, lalu perbaikan berdasarkan evaluasi yang masuk.

Proses ini dimulai dengan membuat beberapa prototipe kremes menggunakan resep yang dimodifikasi, varian rasa baru, serta contoh kemasan baru. Prototipe kemudian diuji kepada sekelompok konsumen yang diminta memberikan penilaian dan masukan secara jujur. Dari hasil uji coba, tim melakukan penyesuaian—mulai dari bumbu, teknik penggorengan, hingga desain kemasan—lalu menguji ulang kepada kelompok konsumen lain. Tahapan iterasi ini dilakukan berulang hingga produk dinilai sesuai dengan harapan pasar.

Saat produk baru siap diluncurkan, strategi pemasaran yang dipilih menonjolkan peran konsumen dalam proses pengembangan. Mereka membuat konten seperti artikel blog, unggahan media sosial, dan video pendek yang menceritakan bagaimana feedback pelanggan menjadi inspirasi utama inovasi. Konsumen yang pernah terlibat dalam uji coba juga diajak berbagi pengalaman melalui testimoni. Selain itu, Kremes Ayam Malioboro menggunakan tagline yang menekankan kontribusi pelanggan, seperti “Kremes Renyah Kesukaanmu, Kini Hadir!” atau “Dari Kamu, Untuk Kamu: Kremes Ayam Malioboro Varian Baru!”.

Setelah peluncuran, Kremes Ayam Malioboro mencatat peningkatan penjualan. Varian rasa baru, terutama pedas, disebut menjadi favorit konsumen. Kemasan baru yang lebih menarik dan praktis turut meningkatkan daya tarik produk. Di luar angka penjualan, mereka juga melihat dampak lain berupa meningkatnya loyalitas pelanggan. Konsumen merasa dihargai karena masukan mereka didengar dan diwujudkan, yang kemudian mendorong munculnya respons positif di media sosial serta rekomendasi dari mulut ke mulut.

Meski demikian, Kremes Ayam Malioboro menilai keberhasilan ini bukan akhir. Mereka tetap menjalankan feedback loop dengan memantau komentar dan ulasan secara berkelanjutan, mengirim survei kepuasan pelanggan secara berkala, serta menjaga keterbukaan terhadap ide baru dari internal maupun konsumen. Dengan cara tersebut, mereka berupaya terus beradaptasi mengikuti perubahan selera pasar.

Studi kasus ini menegaskan bahwa mendengarkan konsumen, menganalisis masukan secara cermat, dan berani berinovasi dapat menjadi kunci bagi UMKM untuk mengembangkan produk yang lebih relevan. Pendekatan yang berorientasi pada pelanggan tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga membantu membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat dengan konsumen.