BERITA TERKINI
Lima Langkah Memulai Bisnis dengan Modal Rp1 Juta ala Raymond Chin

Lima Langkah Memulai Bisnis dengan Modal Rp1 Juta ala Raymond Chin

Minat berwirausaha kini tidak hanya datang dari mereka yang sudah mapan. Dengan modal terbatas, generasi muda pun dinilai tetap bisa mulai membangun usaha. CEO dan Co-founder Ternak Uang, Raymond Chin, membagikan sejumlah langkah untuk memulai bisnis dengan modal Rp1 juta.

1. Tentukan ide bisnis

Raymond menyarankan agar calon pelaku usaha dengan modal tipis tidak terpaku pada membuka toko fisik. Ia menekankan pentingnya menjual produk secara digital dan tidak harus memiliki stok barang. Untuk menemukan ide, ia menganjurkan melihat peluang dari aktivitas sehari-hari, misalnya berjualan basreng (bakso goreng).

Menurutnya, ide bisa saja besar, seperti ingin membuka restoran, tetapi pelaksanaannya dapat dimulai dari skala sederhana, misalnya memasak di rumah dan menjualnya secara online.

2. Lakukan riset pasar dan kompetitor

Karena modal terbatas, riset pasar dan riset kompetitor disebut menjadi langkah wajib agar produk dan strategi pemasaran lebih tepat sasaran. Contohnya, jika ingin menjual basreng, calon pelaku usaha dapat melihat apakah ada permintaan di lingkungan sekitar dan memeriksa di aplikasi pesan antar makanan untuk mengetahui seberapa banyak penjual produk serupa.

Untuk riset kompetitor, Raymond menggunakan prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Ia menyarankan agar pelaku usaha mempelajari produk pesaing, termasuk harga dan layanan, lalu melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.

3. Atur porsi modal untuk produk

Raymond membagi penggunaan modal dengan porsi 40% untuk produk. Dari modal Rp1 juta, berarti sekitar Rp400 ribu dialokasikan untuk kebutuhan produk. Ia mengingatkan agar tidak membuat stok terlalu banyak karena produk belum tentu langsung laku.

Ia juga menyarankan sistem pre-order atau produksi per batch agar arus kas lebih terjaga, serta memastikan margin keuntungan tetap sehat.

4. Siapkan kebutuhan marketing

Selain produk, 40% modal lainnya dialokasikan untuk marketing. Namun, ia menekankan bahwa pemasaran tidak semata-mata soal promosi. Dengan anggaran kecil, pelaku usaha disarankan membangun fondasi yang melekat pada produk, seperti desain, logo, dan kemasan, yang dinilai bermanfaat untuk jangka panjang.

5. Sisihkan dana untuk operasional

Sisa 20% modal digunakan untuk operasional. Raymond menjelaskan, porsi ini bukan untuk menggaji pegawai, melainkan untuk kebutuhan pencatatan keuangan dan dana talangan. Dengan komposisi 40% produk, 40% marketing, dan 20% operasional, ia menilai strategi tersebut dapat membantu usaha bermodal kecil berjalan lebih terarah.

Raymond menegaskan bahwa kunci utama bisnis dengan modal kecil terletak pada pengelolaan arus kas.

  • 40% modal untuk produk
  • 40% modal untuk marketing (fondasi seperti desain, logo, kemasan)
  • 20% modal untuk operasional (pencatatan keuangan dan dana talangan)