Memasuki awal 2026, komunitas bisnis kembali menggenjot produksi dan aktivitas usaha dengan antusiasme serta tekad baru. Dorongan percepatan pertumbuhan sejak awal tahun dinilai ikut membentuk momentum bagi pertumbuhan ekonomi lokal pada tahun ini.
Di berbagai zona dan klaster industri, banyak perusahaan mulai menyusun rencana produksi dan bisnis 2026 dengan fokus pada peningkatan output sekaligus perbaikan kualitas produk. Sejumlah pelaku usaha menilai langkah memulai produksi lebih awal, termasuk menggelar kampanye emulasi atau simulasi produksi menjelang Tết (Tahun Baru Imlek), penting untuk membangun fondasi yang menguntungkan dalam mencapai target tahunan.
Phan Thi My Hanh, Direktur Perusahaan Gabungan Produksi-Bisnis-Impor-Ekspor Vinh Long, menyampaikan perusahaan memiliki total investasi lebih dari 1 triliun VND dan mempekerjakan 566 pekerja. Pada 2025, gaji rata-rata pekerja diproyeksikan melampaui 12,4 juta VND. Nilai ekspor 2025 diperkirakan mencapai 45,46 juta USD, dengan kontribusi lebih dari 86 miliar VND kepada anggaran negara. Untuk 2026, perusahaan menargetkan nilai ekspor melampaui 50 juta USD.
Gerakan emulasi produksi 2026 juga ditandai dengan kuatnya perhatian pada inovasi teknologi. Banyak perusahaan meningkatkan proses produksi dan produktivitas tenaga kerja melalui investasi mesin modern serta penerapan teknologi digital untuk manajemen produksi, pengelolaan gudang, dan pelacakan produk. Langkah ini disebut membantu mengurangi biaya perantara, meminimalkan kerugian, dan meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.
Di Acecook Vietnam Joint Stock Company (cabang Vinh Long), sistem produksi dilengkapi teknologi modern dengan proses yang hampir tertutup untuk meningkatkan kualitas produk dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin ketat. Nguyen Van Pha, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia dan Administrasi, menyatakan pendapatan kumulatif perusahaan mencapai 2,5 triliun VND dan pada 2025 diperkirakan berkontribusi lebih dari 47 miliar VND kepada anggaran negara. Perusahaan juga menggelar kampanye peningkatan produksi dan menargetkan pertumbuhan lebih tinggi setiap tahun.
Sementara itu, Nguyen Viet Trung, Wakil Direktur Jenderal Ty Xuan Co., Ltd., mengatakan kondisi pesanan pada 2026 diproyeksikan lebih menguntungkan sehingga membuka peluang produksi yang stabil. Perusahaan pun telah menyusun rencana produksi dan bisnis, serta berupaya mencapai hasil produksi yang lebih baik.
Selain mendorong produksi di awal tahun, sejumlah perusahaan menaruh perhatian pada kehidupan dan hak-hak pekerja. Menjelang Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026, perusahaan-perusahaan menyelenggarakan pertemuan, memberi dukungan moral kepada karyawan, serta meluncurkan kampanye yang disertai kebijakan lebih jelas terkait upah, bonus, dan kesejahteraan.
Perhatian pada kesejahteraan pekerja dinilai membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja terampil, menumbuhkan komitmen jangka panjang, dan meningkatkan rasa tanggung jawab. Dalam praktiknya, perusahaan dengan lingkungan kerja yang stabil dan paket kompensasi yang dinilai wajar cenderung mampu menjaga keberlanjutan produksi serta meraih efisiensi di tengah persaingan.
Bui Thi Cam Tu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi Bo Hsing Co., Ltd., menyebut perusahaan memiliki lebih dari 1.400 karyawan dengan gaji rata-rata di atas 7 juta VND per orang per bulan. Perusahaan memberikan bonus Tết lebih dari 10 juta VND per orang, ditambah hadiah Tết senilai 700.000 VND. Menurutnya, perhatian terhadap karyawan bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga strategi untuk mempertahankan staf, terutama karena ada pekerja yang tidak kembali bekerja setelah libur Tết.
Di Acecook Vietnam Joint Stock Company (cabang Vinh Long), gaji rata-rata dilaporkan hampir 12 juta VND per orang per bulan. Nguyen Van Pha mengatakan bonus Tết rata-rata mencapai lebih dari 21 juta VND per orang, di samping hadiah untuk karyawan senilai 1 juta VND per orang.
Deng Mei Ying, Manajer Umum Leader Garment Co., Ltd. (Vietnam), menyatakan perusahaan berupaya menjaga stabilitas pekerjaan bagi pekerja. Gaji dibayarkan pada tingkat lebih tinggi dari upah minimum regional (Wilayah II), serta memberikan bonus bulan ke-13 yang setara dengan gaji satu bulan dan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Ia menambahkan, kolaborasi erat antara perusahaan dan serikat pekerja menjadi landasan agar pekerja merasa aman, tetap berkomitmen dalam jangka panjang, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan perusahaan.

