BERITA TERKINI
Minat Pembangunan SPPG Dinilai Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Daerah

Minat Pembangunan SPPG Dinilai Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Daerah

Tingginya minat pelaku usaha dan yayasan untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan sekaligus berpotensi memberi dampak luas terhadap perekonomian daerah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dokter Firmansyah, mengatakan pembangunan SPPG tergolong menguntungkan dari sisi perhitungan bisnis karena memiliki kepastian pasar. Menurutnya, berbeda dengan bisnis pada umumnya yang masih dihadapkan pada ketidakpastian, SPPG memiliki target konsumen yang jelas.

Firmansyah menilai kondisi tersebut turut mendorong banyak pihak untuk berinvestasi membangun SPPG, termasuk mereka yang tidak berlatar belakang pengusaha. Ia menyebut program ini sebagai langkah awal pemerintah dalam mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi.

Meski demikian, ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap operasional SPPG karena berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat luas, terutama anak-anak sekolah. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pelaksanaan layanan berjalan sesuai standar agar tidak terjadi kasus seperti keracunan makanan yang dapat merusak kepercayaan publik.

Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperketat standar operasional prosedur (SOP) bagi pengelola SPPG, termasuk penindakan tegas terhadap pelanggaran.

Lebih lanjut, Firmansyah menyebut pembangunan SPPG berpotensi menimbulkan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan, terutama apabila penggunaan produk lokal diperkuat. Ia menilai bahan baku seperti telur, sayur, dan ikan perlu diprioritaskan berasal dari dalam daerah agar dampaknya terhadap perekonomian setempat semakin besar.

Selain itu, keberadaan SPPG juga diyakini dapat membuka lapangan kerja baru, mulai dari tenaga dapur, ahli gizi, hingga sektor distribusi. Program ini pun dinilai berpeluang menghidupkan kembali sektor pertanian dan peternakan yang selama ini kurang diminati, seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional SPPG.

Di sisi lain, Firmansyah mendorong pemerintah untuk terus melakukan inovasi agar program SPPG tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menilai perlu disiapkan skema bertahap agar program tersebut dapat berjalan berbasis pasar.