Juventus mulai menyusun rencana untuk musim depan di tengah persaingan ketat menuju posisi empat besar. Selain memantapkan target di lapangan, klub juga menyiapkan keputusan penting terkait bursa transfer musim panas, termasuk menentukan pemain yang akan dipertahankan atau dilepas.
Setelah menandatangani perpanjangan kontrak, pelatih Luciano Spalletti disebut harus mengambil keputusan akhir terhadap sejumlah pemain yang posisinya belum pasti. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Edon Zhegrova. Berdasarkan catatan performa dan konsekuensi finansialnya, pemain asal Kosovo itu dinilai belum memberikan dampak, baik di lapangan maupun dalam laporan keuangan klub.
Musim Zhegrova berjalan mengecewakan, dan situasinya semakin disorot setelah pada Maret ia hanya bermain total 20 menit. Kondisi fisik yang tidak optimal juga terlihat saat ia duduk di bangku cadangan sepanjang laga playoff kualifikasi Piala Dunia bersama Kosovo, ketika timnya tersingkir dengan agregat 4-3 dari Slovakia.
Secara keseluruhan, kontribusinya musim ini tercatat minim: 21 penampilan di semua kompetisi, namun hanya sekali menjadi starter, dengan total 447 menit bermain serta tanpa gol dan assist. Dalam persentase, ia hanya tampil 11% dari total menit yang tersedia di Serie A dan 15% di Liga Champions.
Peluang bermain Zhegrova diperkirakan semakin sempit. Kembalinya penyerang seperti Milik dan Vlahovic, ditambah peningkatan performa Boga dan Conceicao, membuat persaingan di lini depan semakin ketat. Di sisi lain, masalah pubalgia yang dialaminya disebut terus menghambat konsistensi untuk menunjukkan performa terbaik.
Di luar persoalan teknis, Juventus juga menghadapi pertimbangan finansial. Zhegrova memiliki gaji 4,6 juta euro bruto per musim, dengan kontrak yang berlaku hingga 30 Juni 2030. Jika dihitung total, komitmen gajinya disebut mencapai 18,4 juta euro.
Saat didatangkan ke Torino, biaya transfernya tercatat 14,3 juta euro ditambah 3 juta euro bonus dan 1,2 juta euro komisi. Ia memiliki biaya amortisasi 2,88 juta euro, yang dapat meningkat apabila terdapat bonus terkait kualifikasi Liga Champions. Nilai sisa di neraca pada 30 Juni 2026 diperkirakan tidak kurang dari sekitar 12 juta euro, yang menjadi acuan agar klub tidak mencatat kerugian jika melepasnya.
Juventus disebut membutuhkan penjualan dengan nilai yang baik pada musim panas ini untuk membuka ruang merekrut pemain baru. Karena itu, klub tidak ingin melakukan transfer yang tidak memberi nilai tambah secara finansial. Zhegrova dikabarkan diminati klub-klub Liga Premier dan Ligue 1, namun peminat tersebut disebut berasal dari klub di luar kompetisi Eropa atau klub yang kemungkinan kesulitan menanggung beban gajinya.
Dengan pertimbangan strategis, Juventus disebut tidak bisa meminta kurang dari 20 juta euro untuk melepas Zhegrova secara permanen, agar dapat membiayai perekrutan penggantinya. Kondisi ini membuat opsi perpisahan pada musim panas menjadi tidak sederhana.
Dalam situasi seperti ini, skema transfer yang dinilai lebih memungkinkan adalah peminjaman dengan opsi pembelian wajib bersyarat. Model tersebut dapat menunda pemasukan dana, sekaligus menurunkan beban biaya di neraca dan menaikkan ambang batas untuk mencatat keuntungan modal.