BERITA TERKINI
Open Interest Derivatif Bitcoin-Ethereum Naik ke Sekitar US$30 Miliar, Aktivitas Leverage Menguat Saat Reli Maret

Open Interest Derivatif Bitcoin-Ethereum Naik ke Sekitar US$30 Miliar, Aktivitas Leverage Menguat Saat Reli Maret

Aktivitas derivatif kripto meningkat tajam seiring terjadinya relief rally pada pekan ketiga Maret. Kenaikan ini terlihat dari lonjakan open interest (OI) pada kontrak perpetual futures Bitcoin dan Ethereum yang mencapai sekitar US$30 miliar pada 16 Maret, level tertinggi sejak akhir Januari.

Data menunjukkan open interest Bitcoin berada di sekitar US$23 miliar, sementara Ethereum mendekati US$16 miliar. Peningkatan tersebut terjadi di tengah penguatan harga aset kripto dan mencerminkan bertambahnya aktivitas perdagangan dengan leverage.

Dalam lonjakan ini, Binance disebut menjadi kontributor utama. Peningkatan terbesar terjadi pada kontrak Bitcoin dengan tambahan sekitar US$829 juta, sedangkan Ethereum mencatat kenaikan sekitar US$1,6 miliar. Kondisi tersebut mengindikasikan masuknya arus modal baru dari trader yang membuka posisi long untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga.

Selain Binance, bursa lain seperti Bybit dan Gate.io juga mencatat kenaikan aktivitas derivatif, meski skalanya tidak sebesar Binance.

Tim Research Tokocrypto menilai data tersebut menunjukkan pasar mulai kembali mengambil risiko melalui penggunaan leverage, dengan arus modal cenderung terkonsentrasi pada bursa-bursa terbesar. “Itu bagus buat likuiditas jangka pendek, tapi juga berarti kalau momentum harga patah, area yang sama bisa berubah jadi pusat unwind leverage yang brutal,” tulis analisanya.

Berdasarkan data heatmap, pertumbuhan open interest memang terkonsentrasi pada bursa dengan likuiditas tinggi. Binance menjadi pusat utama, diikuti Gate.io dan Bybit. Fenomena ini memperlihatkan bahwa dalam kondisi pasar yang cenderung bullish, trader dan investor lebih memilih memusatkan aktivitas pada platform yang dinilai lebih likuid.

Secara umum, kenaikan open interest yang signifikan bersamaan dengan kenaikan harga sering mencerminkan ekspansi penggunaan leverage, yang biasanya muncul ketika pelaku pasar berekspektasi tren naik berlanjut. Namun, kondisi leverage yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko volatilitas apabila terjadi pembalikan harga secara mendadak.

Lonjakan open interest hingga sekitar US$30 miliar menandakan arus modal besar kembali aktif di pasar derivatif kripto. Dominasi Binance serta meningkatnya posisi long mengindikasikan optimisme jangka pendek, sekaligus membuka potensi risiko apabila leverage meningkat terlalu agresif.