BERITA TERKINI
Paket Kandidat Direksi BEI 2026–2030 Mulai Beredar, OJK Tegaskan Belum Terima Pengajuan Resmi

Paket Kandidat Direksi BEI 2026–2030 Mulai Beredar, OJK Tegaskan Belum Terima Pengajuan Resmi

Sejumlah “paket” calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026–2030 mulai beredar di ruang publik, meski proses pengajuan resmi belum dibuka oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beredarnya nama-nama tersebut menandai dinamika awal perebutan kursi pimpinan di otoritas bursa.

Informasi mengenai paket calon direksi itu sebelumnya dimuat Harian Kontan edisi 17 Maret 2026, yang memuat sejumlah nama dari berbagai institusi di industri pasar modal sebagai kandidat dalam proses seleksi direksi BEI.

Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi mengonfirmasi bahwa dirinya masuk dalam salah satu paket calon direksi BEI periode 2026–2030. “Betul, Insya Allah masih dalam proses persiapan dan sudah fixed,” ujar Iding kepada SWA.co.id pada Jumat malam (27/3/2026).

Dalam paket yang dikaitkan dengan Iding, turut beredar nama Zaki Mubarak (Direktur PT Elit Sukses Sekuritas), Yulianto Aji Sadono (Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI), Umi Kulsum (Direktur KPEI), Ahmad Subagja (eks Direktur Utama Bumiputera Sekuritas), Yohannes Liauw (Direktur Pefindo Biro Kredit), serta Andre Tjahjamuljo (Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia).

SWA.co.id telah meminta konfirmasi kepada Yulianto Aji Sadono terkait paket tersebut pada Jumat sore. Namun hingga Jumat malam, belum ada respons.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memilih tidak menanggapi lebih jauh terkait pencantuman namanya dalam paket calon direksi. “Kita lebih baik bicara programnya ketimbang bicara orangnya,” ujar Jeffrey di ruang media BEI, Jumat (27/3/2026). Hingga berita ditulis, ia juga belum merespons permintaan konfirmasi dari SWA.co.id.

Paket calon yang dikaitkan dengan Jeffrey mencakup Irvan Susandy (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI), R. Haidir Musa (Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi BEI), Irwan Abdalloh (Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI), R.M. Irwan (eks Komisaris BRI Danareksa Sekuritas), Abdul Munim (eks Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Informasi BEI), serta Atep Salyadi Dariah Saputra (Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina).

SWA.co.id juga mencoba mengonfirmasi paket calon yang dikaitkan dengan Laksono Widodo, mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. Namun hingga Jumat malam, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Dalam paket tersebut, nama-nama yang beredar antara lain Fifi Virgantria (Plt Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas), Heru Handayanto (Direktur Keuangan Indonesia Financial Group), John Tambunan (COO Kiwoom Sekuritas Indonesia), Donny Arsal (Direktur Semen Indonesia), Lidia M. Panjaitan (Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI), serta Saidu Solihin (Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional Kliring Berjangka Indonesia).

Di tengah beredarnya berbagai nama, OJK menegaskan hingga saat ini belum menerima pengajuan resmi paket calon direksi BEI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan mekanisme pencalonan akan mengacu pada proporsi aktivitas perusahaan efek per akhir Maret 2026.

“Nanti akan kami berikan guidance. Per akhir Maret 2026 itu, angka statistik satu tahun ke belakang akan menjadi acuan untuk eligibilitas atau kelayakan perusahaan efek dalam mengajukan paket calon. Jadi, belum ada yang secara resmi masuk ke OJK. Batas waktunya adalah 4 Mei 2026,” ujar Hasan saat doorstop di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Hasan menambahkan, perusahaan efek sebagai pemegang saham BEI wajib melakukan penelaahan serta penilaian atas kecakapan dan kelayakan masing-masing kandidat sebelum diajukan. “Jadi, saat diajukan ke OJK, kami berharap calon-calon tersebut sudah terseleksi dengan baik oleh perusahaan efek,” katanya.