Pimpinan Panasonic GOBEL Group M. Arif Rachmat Gobel mengatakan kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini, berdampak langsung pada operasional perusahaan, terutama dalam pengadaan material untuk produksi.
Arif menjelaskan, sebagian material yang digunakan dalam aktivitas produksi masih berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut, menurutnya, berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Ia juga mengungkapkan pembelian material produksi yang dilakukan perusahaan tidak menggunakan rupiah, melainkan mata uang lain. Karena itu, fluktuasi nilai tukar ikut memberi tekanan pada kinerja perusahaan.
Untuk merespons situasi tersebut, Panasonic GOBEL Group disebut akan melakukan langkah efisiensi internal. Arif menyatakan perusahaan akan mencari ruang peningkatan produktivitas yang dapat dilakukan.
Di tengah tantangan tersebut, perusahaan tetap memiliki rencana untuk berkembang. Namun, Arif menekankan rencana ekspansi masih akan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dinilai belum pasti, sehingga perusahaan mengambil sikap menunggu dan melihat perkembangan.
Terkait langkah korporasi dalam waktu dekat, Arif mengatakan perusahaan belum merencanakan aksi besar. Meski demikian, ia menegaskan Panasonic GOBEL Group tetap menargetkan pertumbuhan positif di tengah situasi ekonomi tahun ini yang dinilai sulit diprediksi.

