Pasar mata uang kripto mencatat kenaikan tipis pada malam 29 Maret. Data dari bursa OKX menunjukkan Bitcoin naik hampir 0,8% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di atas US$66.800.
Sejumlah aset kripto utama lainnya bergerak terbatas. Ethereum naik 0,3% menjadi US$2.002, BNB menguat 0,2% ke US$612, sementara XRP hampir tidak berubah dengan kenaikan 0,02% ke US$1,3. Di sisi lain, Solana turun 0,4% ke US$82,5.
Menurut CoinGecko, sentimen pasar masih cenderung berhati-hati. Investor menunggu reaksi aset berisiko setelah pasar Amerika Serikat dibuka kembali.
Faktor geopolitik disebut tetap menjadi variabel penting. Washington Post melaporkan Pentagon tengah mengembangkan opsi untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat di Iran yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Rencana tersebut mencakup pasukan khusus dan infanteri, namun belum jelas apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujuinya.
Skenario yang disebutkan terutama melibatkan serangan terbatas di Pulau Kharg dan wilayah pesisir dekat Selat Hormuz. Langkah itu digambarkan sebagai operasi berskala kecil, bukan serangan skala penuh, di tengah konflik yang telah memasuki minggu kelima.
Di saat yang sama, upaya mediasi dilaporkan masih berjalan. Associated Press menyebut para mediator telah bertemu di Pakistan untuk mencari solusi mengakhiri konflik, meski pertempuran terus berlanjut dan kedua pihak tetap memberi tekanan pada jalur energi yang dinilai vital.
Dalam konteks tersebut, Bitcoin sebagian besar bergerak mendatar sepanjang akhir pekan, berfluktuasi di sekitar US$66.500 setelah sempat turun di bawah US$69.000 pada pekan sebelumnya. Pergerakan ini dinilai mencerminkan pola yang kerap muncul ketika ketegangan meningkat, yakni pasar kripto berada di bawah tekanan karena investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
Di luar pergerakan harga, OKX menyampaikan minat untuk terlibat dalam pengembangan kebijakan aset digital. Dalam pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Nguyen Hoa Binh dan Menteri Keuangan California Fiona Ma, yang juga melibatkan sejumlah bisnis AS yang tertarik berinvestasi di Vietnam, Presiden OKX Hong Fang menyatakan keinginan menjadi bagian dari ekosistem teknologi dan keuangan Vietnam.
Ia mengusulkan partisipasi berkelanjutan dalam pertukaran kebijakan serta berbagi pengalaman multinasional terkait pembangunan kerangka kerja sandbox untuk aset digital dan infrastruktur mata uang kripto yang berkelanjutan.
Pada saat yang sama, Hong Fang menyatakan keinginan memperluas kerja sama dengan memanfaatkan sumber daya manusia berteknologi tinggi di Vietnam. Ia juga menyampaikan komitmen untuk menerapkan standar kepatuhan internasional dalam kerja sama tersebut, dengan tujuan menjadikan Pusat Keuangan Internasional Vietnam (VIFC) sebagai tujuan yang aman dan transparan bagi arus modal.