Fitur PayLater di berbagai platform e-commerce kerap dipandang sebagai solusi keuangan instan. Melalui skema ini, pengguna dapat membeli barang terlebih dahulu meski belum memiliki uang, lalu membayarnya pada bulan berikutnya atau dengan cicilan.
Sejumlah pengguna menilai PayLater bisa menjadi penolong dalam situasi tertentu, terutama ketika kebutuhan harus segera dipenuhi sementara dana belum tersedia. Namun, penggunaan fitur ini juga menuntut perencanaan agar tagihan tidak membengkak.
Vita (29), salah satu warga yang ditemui di Jakarta Selatan, mengaku memiliki fitur PayLater di beberapa platform e-commerce dengan limit belasan juta rupiah. Ia menyebut keputusan menggunakan PayLater bukan semata karena kebutuhan, melainkan karena ingin memakainya.
Meski begitu, Vita mengatakan PayLater pernah menjadi penyelamat ketika uangnya sedang pas-pasan, tetapi ia perlu membeli kebutuhan yang dianggap vital. “Kadang itu juga jadi penyelamat karena di saat kita belum gajian, kita butuh barang-barang vital kita bisa pakai PayLater,” kata Vita saat diwawancarai, Jumat (27/3/2026).
Penggunaan PayLater terbesar yang pernah dilakukan Vita terjadi pada 2024 saat ia mempersiapkan pernikahan. Saat itu, tabungannya tidak cukup untuk membeli seragam bridesmaid. Ia membutuhkan belasan potong baju dengan harga di atas Rp 100.000 per potong, sehingga totalnya sekitar Rp 3 juta.
“Butuh belasan potong baju kalau ditotal semua itu Rp 3 juta, ya, udah saya mengambil dulu di PayLater karena belum gajian,” ujarnya.
Vita menuturkan, setelah menikah dan menerima gaji, ia segera melunasi tagihan PayLater agar bunga tidak bertambah banyak. Menurutnya, penggunaan PayLater tidak masalah selama dipakai untuk keperluan mendesak dan disertai strategi membayar pada bulan berikutnya.
Pengalaman serupa disampaikan Roby (26). Ia menilai PayLater membantunya dalam kondisi mendesak, dengan tagihan terbesar yang pernah ia miliki sekitar Rp 2 juta untuk membeli ponsel bagi ibunya.
“Waktu itu saya beli ponsel buat ibu saya, karena ponselnya mati total,” kata Roby saat diwawancarai, Jumat.
Roby mengatakan, PayLater membuatnya bisa segera membelikan ponsel agar komunikasi ibunya tetap terjaga. Ia menyebut jika harus membeli secara tunai saat itu, ia belum memiliki uang, sementara kebutuhan ponsel bersifat mendesak. Karyawan swasta tersebut juga mengaku tidak pernah merasa rugi menggunakan PayLater karena menilai bunganya kecil.