Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar operasi gratis bibir sumbing pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula RSUD dr Agoesdjam.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit Bandung. Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan, antara lain Bank Kalbar, Cargill, Borneo Alumina Prima, Permata Sawit Mandiri, Gobel Dharma Sarana Karya, Julvan Teruna, serta mitra lainnya.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, yang hadir mewakili bupati. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif rumah sakit serta keterlibatan para mitra dalam pelaksanaan program tersebut.
Kolaborasi turut melibatkan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran serta Smile Train Indonesia.
Repalianto menekankan bahwa kelainan celah bibir dan langit-langit bukan persoalan ringan karena dapat menyebabkan anak kesulitan makan, gangguan bicara, hingga hambatan tumbuh kembang. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan beban psikologis, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan biaya dan akses layanan kesehatan.
Menurutnya, program operasi ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi pasien. “Karena itu, kegiatan ini memberi solusi nyata dan harapan baru. Bukan sekadar operasi, tapi memulihkan kepercayaan diri dan kualitas hidup,” ujarnya.
Pemkab Ketapang berharap manfaat operasi bibir sumbing dapat langsung dirasakan pasien sekaligus menjadi bagian dari program kesehatan berkelanjutan di Ketapang.

