Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong mematangkan rencana reaktivasi Bandara Warukin. Upaya ini ditandai dengan pemaparan kajian potensi penumpang dan distribusi kargo dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Jakarta, sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali operasional bandara tersebut.
Forum diskusi studi kajian potensi penumpang dan kargo transportasi Bandara Warukin berlangsung pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan, kepala daerah di sekitar Kabupaten Tabalong, jajaran pejabat Pemkab Tabalong, perwakilan perusahaan, hingga maskapai penerbangan di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani bersama pihak ketiga memaparkan hasil kajian potensi penumpang dan distribusi kargo. Reaktivasi Bandara Warukin direncanakan membuka sejumlah rute strategis, yaitu Warukin–Banjarmasin, Warukin–Balikpapan, Warukin–Halim Perdanakusuma Jakarta, serta Warukin–Surabaya.
Untuk tahap awal, operasional penerbangan direncanakan menggunakan pesawat jenis ATR 72. Sementara itu, perkiraan harga tiket disebut bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga tiga juta rupiah, menyesuaikan jarak dan rute penerbangan.
Muhammad Noor Rifani menegaskan reaktivasi Bandara Warukin dinilai menjadi kebutuhan berbagai pihak. Menurutnya, keberadaan bandara penting untuk mendukung kelancaran aktivitas dunia usaha, perjalanan dinas, serta mobilitas masyarakat, baik dari Tabalong maupun kabupaten di sekitarnya. Ia juga menyebut aktivasi bandara diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyampaikan proses rencana reaktivasi sejauh ini berjalan lancar. Pemkab Tabalong, kata dia, kini menunggu kerja sama resmi dengan maskapai penerbangan dan dunia usaha.
“Jalannya sudah kelihatan, artinya kita tinggal menunggu maskapai saja lagi, setelah itu MoU dengan maskapai dan MoU dunia usaha dan pemerintah kabupaten di sekitar Tabalong. Insya Allah secepatnya aktivasi Bandara Warukin untuk kita semua Tabalong, untuk kabupaten sekitar kita dan seluruh dunia usaha,” ujar Muhammad Noor Rifani.
Pemkab Tabalong berharap forum diskusi ini menjadi langkah final menuju kembali aktifnya Bandara Warukin sebagai pintu gerbang konektivitas dan penggerak ekonomi baru di wilayah utara Kalimantan Selatan.

