SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada 53 perusahaan yang dinilai aktif mengikutsertakan para pekerjanya dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Apresiasi disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi dunia usaha dalam mendukung kesehatan tenaga kerja.
Sumarno menyampaikan hal itu saat menghadiri Penganugerahan Piagam MURI Pemeriksaan Kesehatan Gratis Terintegrasi Satu Sehat pada Pekerja di Perusahaan Terbanyak di RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa (10/2/2026). Ia menekankan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan langkah preventif untuk mencegah penyakit kronis sekaligus upaya menjaga produktivitas dan kinerja pegawai.
Menurut Sumarno, kesehatan pekerja menjadi fondasi utama untuk menciptakan kinerja yang optimal. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dinilai efektif dalam mendukung tujuan tersebut. Ia juga menyebut penghargaan MURI bukan semata-mata untuk mengejar rekor, melainkan diharapkan memacu semangat agar pelaksanaan program ke depan semakin baik dan berkelanjutan.
Selain program pemeriksaan kesehatan gratis, Pemprov Jateng menjalankan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026, layanan Speling telah menjangkau 88.979 orang, mencakup pemeriksaan ibu hamil, deteksi kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, tuberkulosis, serta layanan kesehatan lainnya.
Program Speling turut diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Sepanjang 2025, tercatat 13.789.318 warga Jawa Tengah memanfaatkan layanan CKG. Sementara hingga 9 Januari 2026, jumlah penerima layanan mencapai 1.045.924 orang.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan program cek kesehatan gratis bertujuan memastikan masyarakat tetap sehat melalui pemeriksaan rutin. Ia menegaskan layanan tersebut tidak hanya mendeteksi kondisi kesehatan, tetapi juga memberikan pengobatan secara gratis apabila ditemukan penyakit.
Budi juga mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun. Menurutnya, pemeriksaan kini tidak hanya dilakukan di fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga menyasar sekolah dan lingkungan perusahaan agar menjangkau anak-anak serta pekerja.
Ia menambahkan, persoalan kesehatan terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia meliputi obesitas, infeksi gigi, dan hipertensi. Sementara penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan kematian dini adalah stroke dan penyakit jantung. Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa tekanan darah, kadar gula, dan lemak darah.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP dr Kariadi Semarang Agus Akhmadi menjelaskan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di rumah sakit tersebut merupakan bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. Selama periode 26–31 Januari 2026, sebanyak 1.210 pekerja mengikuti pemeriksaan.
Jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi badan, pemeriksaan gula darah, asam urat, serta kolesterol.

