Sejumlah pengamat mewaspadai potensi kenaikan tingkat kredit macet pada layanan fintech lending setelah periode Lebaran 2026. Indikator yang disorot adalah TWP90 pinjaman online, yakni tingkat keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari, yang dikhawatirkan meningkat pada periode pasca-Lebaran.
Menurut kekhawatiran pengamat, TWP90 pinjaman online berpotensi melonjak dan bisa menembus 4,5%. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena mencerminkan meningkatnya risiko gagal bayar di segmen pinjaman berbasis teknologi.
Dengan adanya potensi kenaikan itu, masyarakat dan pelaku industri diimbau lebih waspada terhadap risiko keterlambatan pembayaran dan gagal bayar setelah Lebaran. Pengamat menilai perhatian terhadap kemampuan bayar menjadi penting agar lonjakan kredit macet tidak semakin membebani peminjam maupun penyelenggara layanan.

