BERITA TERKINI
Pengguna Jago Syariah Hampir 2,4 Juta per Desember 2025, Tumbuh 16,5 Persen

Pengguna Jago Syariah Hampir 2,4 Juta per Desember 2025, Tumbuh 16,5 Persen

Layanan usaha syariah PT Bank Jago Tbk melalui aplikasi Jago Syariah mencatat jumlah pengguna hampir mencapai 2,4 juta nasabah per Desember 2025. Angka tersebut tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital berbasis syariah.

Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, mengatakan pertumbuhan itu mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan syariah yang dinilai mudah dan inovatif. Pernyataan tersebut disampaikan Waasi di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).

Melalui aplikasi Jago Syariah, nasabah dapat mengatur keuangan harian sekaligus merencanakan berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan ibadah, dengan pengelolaan yang lebih teratur, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai perkembangan Jago Syariah sejalan dengan prospek ekonomi halal dan keuangan syariah di Indonesia yang terus menguat. Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi untuk menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia, didukung jumlah penduduk muslim yang besar, meningkatnya kesadaran gaya hidup halal, serta dukungan regulasi dan penguatan ekosistem industri halal nasional.

Emir juga menyebut Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025. Sejumlah sektor yang disebut menjadi kekuatan antara lain modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal.

Selain itu, sektor halal value chain (HVC) dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada kuartal III 2025, kontribusi HVC tercatat mencapai 27,34 persen atau sekitar Rp4.832 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 26,53 persen atau Rp4.368 triliun. Emir menyatakan pertumbuhan ini menunjukkan sektor pembentuk HVC seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam komponen pendapatan nasional.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan program sertifikasi halal. Hingga Desember 2025, total sertifikat halal yang diterbitkan mencapai 3,32 juta sertifikat atau bertambah sekitar satu juta dibandingkan tahun sebelumnya, dengan akumulasi 10,99 juta produk bersertifikat halal.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah Indonesia pada 2025 mencapai 50,18 persen. Sementara itu, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen, meningkat 39,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tingkat inklusi keuangan syariah masih relatif rendah, yakni 13,41 persen, yang dinilai membuka peluang bagi pengembangan solusi keuangan digital syariah.