BEIJING — Perdagangan luar negeri Tiongkok mengawali 2026 dengan pertumbuhan kuat pada kuartal pertama. Data General Administration of Customs (GAC) menunjukkan total nilai impor dan ekspor barang naik 15 persen secara tahunan menjadi 11,84 triliun yuan (sekitar 1,73 triliun dolar AS), yang disebut sebagai rekor tertinggi untuk periode kuartal pertama serta laju pertumbuhan kuartalan tercepat dalam lima tahun.
Pejabat GAC Wang Jun mengatakan perdagangan luar negeri Tiongkok mencatat awal tahun yang solid. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan fondasi yang stabil, pelaku pasar yang dinamis, serta lonjakan impor.
Pada Januari–Maret 2026, ekspor tumbuh 11,9 persen menjadi 6,85 triliun yuan, sementara impor meningkat 19,6 persen menjadi 4,99 triliun yuan. GAC juga mencatat total nilai perdagangan Tiongkok telah bertahan di atas 10 triliun yuan selama 12 kuartal berturut-turut.
Dari sisi mitra dagang, strategi diversifikasi pasar disebut terus memperluas jaringan perdagangan Tiongkok. Pada kuartal pertama, perdagangan dengan negara peserta Belt and Road Initiative meningkat 14,2 persen dan mencakup 51,2 persen dari total perdagangan. Perdagangan dengan ASEAN, Amerika Latin, Afrika, dan Uni Eropa juga membukukan pertumbuhan dua digit.
GAC menilai tren impor yang meningkat turut mencerminkan perkembangan perdagangan yang lebih seimbang. Pertumbuhan impor pada kuartal pertama hampir 20 persen, dengan laju 7,7 poin persentase lebih tinggi dibanding ekspor, dan menjadi rekor tertinggi untuk periode yang sama.
Peningkatan produksi industri mendorong impor bahan baku, sementara kebijakan untuk mendorong konsumsi serta perpanjangan libur Tahun Baru Imlek disebut mendukung pemulihan barang konsumsi. Dalam tiga bulan pertama, impor bijih mineral logam serta produk mekanik dan elektronik sama-sama mencatat pertumbuhan dua digit.
Dari sisi ekspor, GAC mencatat pergeseran ke produk bernilai tambah lebih tinggi dan lebih ramah lingkungan, serta meningkatnya permintaan global di sektor hijau, rendah karbon, dan yang terkait kecerdasan buatan. Ekspor kendaraan listrik naik 77,5 persen, baterai lithium 50,4 persen, dan turbin angin beserta suku cadang terkait 45,2 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Produk seperti komponen penyimpanan dan peralatan pembangkit listrik juga disebut mengalami peningkatan yang signifikan.
Wang menyatakan kualitas, efisiensi, dan layanan produk “Buatan Tiongkok” terus meningkat dan akan terus memenuhi kebutuhan produksi serta konsumsi di berbagai sektor dan tingkatan di dunia.
Perusahaan swasta menjadi salah satu pendorong utama kinerja perdagangan pada awal tahun. Pada kuartal pertama, total impor dan ekspor perusahaan swasta mencapai 6,78 triliun yuan, dengan pertumbuhan ekspor 12,7 persen—lebih tinggi dari rata-rata nasional. Menurut GAC, perusahaan swasta mengonsolidasikan posisi di pasar tradisional sekaligus memperluas ke pasar baru melalui fleksibilitas, inovasi, dan penyesuaian produk terhadap permintaan pasar.
Data kuartal pertama juga menyoroti kebijakan keterbukaan yang terus dijalankan. Tiongkok menerapkan perlakuan bebas tarif untuk 100 persen pos tarif produk dari negara kurang berkembang yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok sejak 1 Desember 2024. Selain itu, mulai 1 Mei 2026, Tiongkok akan sepenuhnya menerapkan langkah bebas tarif bagi 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik.
Pada kuartal pertama, volume perdagangan Tiongkok dengan Afrika tercatat 646,56 miliar yuan, naik 23,7 persen. Sementara itu, Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan mencatat volume perdagangan barang naik 38,5 persen menjadi 84,53 miliar yuan, dengan transaksi belanja yang diawasi bea cukai tumbuh 25,7 persen di pasar bebas lepas pantai.
Dalam periode yang sama, perusahaan yang didanai asing mencatat pertumbuhan perdagangan dengan hampir 170 negara dan kawasan. Hampir 60 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai pertumbuhan perdagangan. Wang menggambarkan Tiongkok sebagai landasan stabilitas global dan tujuan investasi yang ideal serta aman, seraya menyatakan keyakinan bahwa keterbukaan tingkat tinggi akan mendorong perkembangan yang lebih baik bagi perusahaan yang didanai asing di Tiongkok.